Pater Neles Tebai, Penulis Intelektual Papua Telah Dipanggil Tuhan

0
7700
Foto saat training of trainer (ToT) resolusi konflik yang diselenggarakan Jaringan Damai Papua (JDP) di Kuta-Bali tahun 2018. (Dok.Yan Warinussy)

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Umat Kristen di Papua ketika merayakan Minggu Palma  (Menjelang Paskah kematian Tuhan Yesus), menerima berita duka atas kepergian Dr.Neles Kebadabi Tebai Pr, dari Rumah Sakit St.Carolus Jakarta pada, Minggu (14/4/2019) siang.

Beliau meninggal setelah dirawat di RS.St.Carolus beberapa minggu terakhir karena kanker tulang.

Beliau adalah Ketua STFT Fajar Timur Abepura Jayapura yang juga Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP). Ia lahir di Moenemani, Wissel Paniai 13 Februari 1964. Menuntut ilmu di Fajar Timur dan setelah pentabisan pada 1992, memperoleh gelar master di Manila dan gelar doktor di Universitas Kepausan Urbaniana Roma.

Baca juga: Kematian Anak Papua Meningkat, Pater Neles: Tanggungjawab Bersama!

Almarhum adalah wartawan dan penulis. Ia perna menulis untuk surat kabar Kompas, Suara Pembaruan, The Jakarta Post, Tifa Irian dan menulis banyak buku. Ia termasuk tokoh agama berpengaruh di Papua.

Yan Christian Wainussy, Advokat dan Direktur LP3BH Manokwari yang cukup berpengaruh di Papua adalah rekan almarhum ketika meniti karier di dunia jurnalis hingga almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di Jakarta.

“Saya dan almarhum kami mulai meniti karir dan hobi sebagai penulis dan wartawan saat dilatih dalam Latihan Jurnalistik Kampungan (Lajurkam) pada tahun 1987 di Pusat Pendidikan Kristen (Puspenka) GKI Di Tanah Papua, Hawaii-Sentani, Jayapura,” kata Yan Warinussy kepada suarapapua.com, Minggu (14/4/2019).

Baca juga: Pater Neles Tebay: Presiden Jokowi Mendukung Dialog Sektoral untuk Papua

Menurut Yan, Pelatian itu diselenggarakan Yayasan Pengembangan Masyarakat Desa Irian Jaya (YPMD Irja), bekerjasama dengan Surat Kabar Mingguan (SKM) Tifa Irian dan Majalah Ilmiah Prisma Jakarta.

“Para pelatih kami antara lain; wartawan senior Aristides Katoppo (Sinar Harapan), Masmimar Mangiang (Prisma), Bill Rettob (Tifa Irian), Alam.Drs.Lukas Degey (Tifa Irian), Alm.Dr.George Junus Aditjondro (Kabar dari Kampung/KdK YPMD Irja), Cliff J.Marlessy (YPMD Irja).”

Yan juga mengatakan bahwa sosok pater Dr.Neles Kebadabi Tebay adalah sosok pimpinan gerakan kemanusiaan yang senantiasa mencita-citakan tanah Papua sebagai zona damai melalui pendekatan dialog Jakarta-Papua yang mampu mempertemukan semua pihak, untuk mencari solusi damai atas konflik sosial-politik yang berkepanjangan lebih dari 50 tahun, semenjak 1 Mei 1963 hingga saat ini.

Yan mengakui, Pater Neles sesungguhnya telah ditunjuk sebagai tokoh kunci dialog Papua-Jakarta oleh Presiden RI, Joko Widodo 15 Agustus 2017 di Istana Merdeka-Jakarta. Dia ditunjuk dan dibantu oleh Wiranto (Menko Polhukam) dan Teten Masduki (Kepala Kantor Staf Presiden/KSP).

“Itu terjadi saat Presiden bertemu 14 tokoh Papua yang dipimpin Ondowafi Nafri, George Awi, termasuk Pater Neles Tebay dan saya (Yan Warinussy) juga,” tukasnya.

Baca juga : Pater Neles Tebay: Presiden Jokowi Mendukung Dialog Sektoral untuk Papua

Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Agus Kossay mengakui turut berduka cita atas terpanggilnya pater.Dr.Neles Tebai Pr, salah satu tokoh intelektual gerakan Katolik di Papua Barat yang menyuarakan suara kenabian atas penindasan penguasa.

“Ketika anda berdiri dengan tegak tentang sebuah nilai kebenaran dan kedamaian, ketika itu juga musuh mengincar nyawamu.Tidurlah dengan tenang di rumah bapak di surga. Rakyat Papua akan kenang jasa baikmu,” kata Agus.

Pewarta: Elisa Sekenyap