Jelang Lebaran, Harga Cabe dan Tomat di Pasar Sore Nabire Naik

0
3314

NABIRE, SUARAPAPUA.com— Menjelang lebaran, harga rempah-rempah di pasar sore Nabire naik. Hal ini terlihat dari naiknya harga cabe dan tomat. 

Frida, salah satu penjual yang sehari-hari berjualan di pasar sore Nabire saat ditemui suarapapua.com mengatakan, harga cabe dan tomat naik saat menjelang lebaran.

Menurut Frida sudah jadi rahasia umum jika menjelang hari-hari besar harga sering naik.

“Jelang hari-hari besar biasanya harga naik. Sekarang ini mau lebaran jadi harga naik juga. Kami juga beli di penjual dengan harga yang beda dan kami jual lagi dengan harga yang berbeda juga,” jelas Frida saat diwawancarai di pasar sore Nabire, Jumat (17/5/2019).

Ia mengungkapkan jika saat ini, harga barang dagangan yang sudah terlihat naik adalah tomat dan cabe.

“Kalau hari-hari biasa harga satu kilo tomat 10 ribu rupiah. Kalau sekarang karena sudah dekat lebaran jadi sudah naik jadi 15 ribu rupiah. Kalau untuk caeb, hari-hari biasa harganya 100 ribu rupiah perkilo, sekang sudah naik jadi 150 ribu satu kilo,” uangkapnya.

Hal berbeda disampaikan Nur Aliyah, salah satu pedangang di pasar tersebut. Menurutnya harga sembako jelang lebaran masih relatif normal, termasuk di pasar sore sendiri. Namun ia mengaku beberapa barang mengalami kenaikan harga.

“Tapi beberapa barang harganya sudah naik,” kata kepada media ini.

Pedagang lain, Rahyuni mengatakan biasanya ada barang yang mahal, murah dan harganya tetap seperti biasa saat jelang lebaran.

“Semua berbeda harganya, tergantung penjualnya, jadi dia mau kasih naik atau kasih turun terserah dia, kan barang dagangnnya,” katanya.

Ikan-ikan yang dijual di pasar sore Nabire. (Yance Agapa – SP)

Selain itu, Zulkifli, salah satu pedagang ikan di pasar Sore Nabire kepada media ini mengaku, biasanya saat lebaran harga ikan naik.

“Kalau lebaran kami biasa kasih naik harga. Dan untuk cari dan tangkap ikan sendiri biasanya tergantung musim angin. Ya kalau dapat banyak bersykur, kalau tidak juga bersyukur,” katanya.

Pewarta : Yance Agapa

Editor: Arnold Belau