Pemkab. Deiyai Sosialisasikan Pembangunan Sekolah Satap Terpadu Berpola Asrama

0
6743

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Bupati Kabupaten Deiyai, Papua, Ateng Edowai bersama LPMP Provinsi Papua melakukan seminar pembangunan sekolah model satu atap (Satap) dan  sosialisasi pembangunan sekolah model satap berpola asrama untuk tingkat TK, SD, SMP dan SMA di kabupaten tersebut pada Senin (27/5/2019) kemarin di aula kantor DPRD Kab. Deiyai.

Bupati Edowai memberikan apresiasi kepada Lembaga Pendidikan, secara khusus untuk dinas Pendidikan Kab. Deiyai yang memiliki rencana untuk membangun sekolah satap yang kemudian disosialisasikan bersama LPMP Papua. Rencana pembangunan sekolah satap tersebut merupakan pengaplikasian dari visi dan misi bupati Deiyai dalam program 100 hari kerja.

Menurutnya, kabupaten Deiyai merupakan kabupaten pertama yang menjemput Pendidikan dari kabupaten lain, di mana setelah Injil masuk, Pendidikan mulai dilaksanakan.

“Saya sangat harapkan SDM di Deiyai kedepannya berkualitas yang akan punya potensi untuk bangun negeri Deiyai sendiri. Maka pembangunan SDM menjadi penting,” katanya.

Dikatakan, pemerintah kab. Deiyai telah melakukan MoU dengan beberapa Lembaga Pendidikan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Contohnya, kata dia, MoU dengan Lembaga Pendidikan dari Rusia yang akan bekerja sama dalam pendidikan bahasa asing, selain itu untuk dalam negeri, pemerintah juga sudah melakukan MoU dengan UGM Yogyakarta.

“Saya berkeinginan untuk membangun pendidikan, selain pembangunan infrastruktur. Sehingga SDM di kabupaten Deiyai berkualitas dan siap untuk bekerja,” kata Edowai.

Ketua LPMP Papua, Drian Howay pada kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya mengapresiasi Pemda Deiyai untuk upaya pembangunan kualitas pendidikan. Katanya, itu sangat penting untuk meningkatkan mutu masyarakat dalam dunia pendidikan yang akan memberikan ruang bagi anak-anak Deiyai menempuh pendidikan yang baik.

“Kami berharap pemerintah kabupaten Deiyai bisa terapkan program wajib belajar 9 tahun sesuai program yang sudah dicanangkan tahun 1994 yang diperkirakan tuntas pada 2004, namun belum selesai. Jadi, gebrakan yang dilakukan pemerintah Deiyai kami sambut baik dan apresiasi,” katanya.

Howay juga mengatakan, program otonomi pendidikan belum berjalan dengan baik. Program Indonesia Pintar yang sudah dicanangkan tahun 2016 yang menetapkan wajib sekolah 12 tahun diharapkan terlaksana di Deiyai.

Maka, kata Howay, dibutuhkan kerja sama yang baik antar semua pemangku kepentingan untuk menunjang dan tuntaskan semua program di bidang pendidikan.

Untuk diketahui, kegiatan seminar dan sosialisasi tersebut dihadiri bupati Deiyai, Sekda Deiyai, kepada dinas Pendidikan Deiyai, ketua LPMP Papua serta rombongannya yang berkesempatan menyampaikan materi dan sosialisasi kepada pemerintah dan tenaga pendidikan di kabupaten Deiyai.

Pewarta: Arnold Belau