Pemprov Papua Diminta Tingkatkan Pengiriman Mahasiswa ke Luar Negeri

1
2868

YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com — Pemerintah Provinsi Papua diminta untuk terus mengirim mahasiswa-mahasiswi asal Papua ke luar negeri demi masa depan sumber daya manusia (SDM) Papua.

Natan Sunyap, salah satu mahasiswa program magister di The University of Waikato, Hamilton, New Zealand, mengatakan, program magister dan doktor sesuai kebutuhan di Papua harus ditingkatkan setiap tahun.

“Pengiriman mahasiswa Papua ke luar negeri oleh pemerintah Provinsi Papua harus lebih ditingkatkan dan fokus pada program yang sudah yaitu magister dan doktor,” kata Natan melalui surat elektronik yang dikirim ke suarapapua.com, Selasa (11/6/2019).

Ia beralasan, untuk membangun Papua sekarang membutuhkan SDM yang siap kerja di berbagai bidang. “Itu sebabnya, harapan saya kepada Pemprov Papua agar lebih fokus dan kirim orang asli Papua ke luar negeri.”

- Iklan -

Selama ini ia mencatat pengiriman mahasiswa Papua untuk kuliah S2 dan S3 itu sudah sangat tepat. “Tetapi, untuk S1 juga harus diprioritaskan,” lanjut Natan.

“Program pemerintah Papua dalam mengembangkan SDM memang mendapatkan apresiasi dari mahasiswa Papua. Tetapi mahasiswa meminta agar jumlah pengiriman ditingkatkan pada program magister dan program doktor,” katanya.

Lanjut Natan, “Selain itu menurut saya, kita tidak bisa hanya tinjau dari satu atau dua aspek saja, tetapi perlu dilihat secara menyeluruh kualitas pendidikan dan lain-lain di luar negeri.”

Mengirim mahasiswa Papua ke luar negeri seperti New Zealand dan negara-negara lain yang saat ini ada mahasiswa Papua, kata Natan, sangat penting untuk menjawab tantangan global. Pemprov Papua dinilai tepat dengan mengirim mahasiswa ke luar negeri. Karena ini investasi SDM Papua yang mampu mengimbangi dinamika modern dalam rangka membangun bangsa ini sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

Sementara itu, Yafre Lokbere, salah satu peserta yang telah lolos untuk kuliah di luar negeri, mengharapkan kepastian informasi keberangkatannya.

Yafre bersama teman-temannya dipersiapkan Papua Language Institute (PLI) dan rencana akan dikirim Pemprov, tetapi hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut.

“Kami yang belajar di PLI Papua ada sekitar 40 orang yang terpilih, tetapi yang lain tidak tahu kepastiannya apakah bersedia untuk kuliah di luar atau tidak. Kalau saya sudah bersedia karena cita-cita untuk kuliah di luar sudah dari lama. Sekarang saya rasa senang dan tunggu informasi, katanya nanti bulan September,” tuturnya.

Menurut Yafre, untuk penentuan jurusan saat kuliah, masih ada beberapa tahapan yang sedang dijalani para peserta dan akan ditentukan kemudian. “Nanti tim yang pastikan sesuai dengan kemampuan kita,” katanya sembari mengingatkan anak-anak Papua jika mau keluar negeri harus belajar lebih dulu di wadah yang ada.

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Markus You

Print Friendly, PDF & Email