Tim West Papua akan Berlaga di Piala Dunia CoNIFA 2020

0
14146

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Nama West Papua akan berkibar di pentas internasional. Ini setelah sebelumnya tim Rugby West Papua Warriors sudah beberapa kali tampil di ajang internasional, kini giliran tim sepakbola mewakili West Papua (West Papua Football Association) dikabarkan akan berlaga pada Piala Dunia alternatif tahun 2020 di Afrika.

Dilansir media Australia, ABC, Piala Dunia ini diselenggarakan oleh The Confederation of Independent Football Associations (ConIFA), Konfederasi Asosiasi Sepakbola Independen. ConIFA adalah federasi sepakbola untuk semua asosiasi di luar FIFA. Ia organisasi nirlaba global yang mendukung perwakilan tim sepakbola internasional dari berbagai negara, negara de-facto, kawasan, masyarakat minoritas dan wilayah terisolir olahraga, yang tidak terafiliasi dengan FIFA. Didirikan 7 Juni 2013, ConIFA telah mengadakan kompetisi pertamanya di Ostersund, Swedia, Juni 2014.

Tim sepakbola West Papua harus berkompetisi melawan tiga tim lainnya dari Oceania yaitu Tuvalu, Mariya dan Kiribati, untuk mengamankan satu tiket menuju putaran berikut. Berhasil atau tidaknya tim ini bertanding pada kompetisi tersebut, publisitas yang dihasilkannya dipuji sebagai dorongan untuk gerakan pembebasan West Papua

Sekretaris Jenderal ConIFA, Sascha Duerköp mengatakan, tim sepakbola West Papua telah disambut dalam keluarga ConIFA.

- Iklan -

“Mereka akan bermain di bawah bendera sendiri. Kami menjalankan peraturan yang mirip dengan yang dimiliki oleh FIFA. Jadi, semua tim bermain dibawah bendera sendiri dengan lagu kebangsaan sendiri. Hanya itu, tidak ada pesan politik yang diizinkan. Mereka tidak diizinkan untuk menggunakan poster bertuliskan “Free West Papua,” kata Sascha, Selasa (4/6/2019).

Olahraga dianggap sebuah senjata ampuh bagi mereka yang berkampanye untuk kemerdekaan West Papua. Beberapa tahun lalu, tim Rugby West Papua Warriors dibentuk di Papua New Guinea cukup sukses di lapangan. Sekarang, West Papua mencoba dengan tim sepakbola.

Sascha mengakui pasti nantinya ada reaksi dari Jakarta. Tetapi ia menyatakan, ConIFA sudah terbiasa berkonfrontasi dengan pemerintah yang berbeda.

“Kami tidak berpikir bahwa hal ini luar biasa sensitif di ConIFA, tetapi sudah pasti, Jakarta tidak akan senang,” ujarnya.

Kabarnya ada dua skuat yang sedang disiapkan untuk mewakili West Papua, satu di Belanda dan satunya lagi di Australia. Tetapi tak ada pemain dari West Papua dalam tim ketika bertanding. Ini bisa dimaklumi karena akan menyebabkan ketidakamanan bagi para pemain untuk kembali setelah berlaga.

“Kami berharap para pemain dari West Papua dapat bermain juga di dalam tim, tetapi kami bersikap realistis. Kami tidak melihat hal itu akan terjadi dalam lima tahun kedepan,” kata Sascha.

Dikutip dari laman conifa.org, Piala Dunia ConIFA 2020 akan dilaksanakan oleh Somaliland, sebuah negara merdeka di Afrika sejak 1991 yang tak diakui negara lain, merupakan yang keempat kalinya. Hal itu sesuai keputusan Komite Eksekutif ConIFA pada Minggu 27 Januari 2019.

Kompetisi yang sama telah diselenggarakan sebelumnya oleh Sapmi (2014), Abkhazia (2016), dan Barawa (2018).

Kapten tim Rugby West Papua Warriors, Talakami, menyambut baik rencana tim sepakbola West Papua berlaga di piala dunia ConIFA. Ia merasa gembira karena impian banyak orang bisa terwujud dengan segera tampil di Afrika dan diharapkan membawa hasil menyenangkan.

“Tidak ada satupun yang mengibarkan bendera West Papua, tetapi mereka memberikan dukungan penuh. Itu berita yang luar biasa,” ujarnya.

Rencana dalam tahun ini juga ia akan membawa timnya ke London untuk bertanding dengan tim rugby Inggris.

Pendiri Rugby West Papua Warriors ini mengatakan, dalam hal reaksi terhadap kegiatan timnya dan kampanye Free West Papua Movement, belum ada komplain resmi dari Jakarta. Tetapi banyak respon terhadap aktivitas timnya di media sosial.

Pada tahun lalu menurut Talakami, terjadi propaganda dan serangan media sosial Indonesia yang cukup besar terhadap soal West Papua. Website maupun media sosial dengan akun-akun palsu seperti milik Gerakan Free West Papua bermunculan dengan menyebarkan informasi yang salah tentang situasi di West Papua.

“Tim sepakbola West Papua mungkin akan menghadapi reaksi yang sama terutama jika mereka berhasil mencapai Piala Dunia ConIFA karena publisitas datang pada mereka,” Talakami memprediksi.

Jumlah keanggotaan ConIFA, per Juni 2019, sebanyak 57 tim. Tersebar di Europa (30 tim), Amerika Utara (2 tim), Amerika Selatan (1 tim), Africa (9 tim), Asia (11 tim), serta 4 tim dari Oceania yaitu West Papua, Kiribati, Mariya, dan Tuvalu.

Sumber: ABC.net.au

Print Friendly, PDF & Email