Tanggapan Masyarakat Tentang Kehadiran RBS di Yahukimo

0
5942

YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com — Masyarakat Dekai antusias dan senang mendengar bahwa akan hadir Radio Bumi Sumohai (RBS) setelah pemerintah kabupaten Yahukimo melakukan tanda tangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) provinsi Papua belum lama ini di kota Jayapura.

Martinus Peday, koordinator PLN di Dekai, mengungkapkan kegembiraannya mendegar bahwa akan ada radio di Yahukimo. Ia mengaku bangga dan sambut baik upaya pemerintah untuk hadirkan Radio Bumi Sumohai.

“Sebagai warga Dekai saya juga bangga terhadap media lokal seperti Suara Papua, Jubi dan media lokal lain yang selalu meng-up to date tentang perkembangan dan situasi di Yahukimo. Termasuk menjadi mitra PLN untuk sampaikan informasi (dari PLN) kepada masyarakat. Radio yang akan hadir di Yahukimo, saya sambut dan berikan apresiasi untuk pemerintah,” ungkapnya kepada media ini di ruang kerjanya, Selasa (2/7/2019) di Dekai.

Baca Juga:  Tamatkan 25 Siswa SSB, Kogoya: Kami Selenggarakan Tiga Program

Ia mengatakan, selama ini informasi dari PLN di Dekai disampaikan secara terbuka, baik secara tertulis, tempel pengumuman di tempat umum dan lewat media, namun selalu ada komplain. Maka itu, ia berharap agar radio yang akan hadir di Dekai akan diajak kerja sama untuk jadi mitra PLN.  

Meski demikian, dirinya tetap menyampaikan terima kasih kepada media yang selama ini ada di Yahukimo. Karena menurut dia, kehadiran radio akan berfungsi di kabupaten Yahukimo saja.

ads

“Kalau ada radio kita tidak akan fokus padanya, tapi kepada semua media kita akan menyampaikan informasi itu. Karena listrik di zaman sekarang kebutuhan mendasar juga,” imbuhnya.

Baca Juga:  KWI dan PMKRI Tolak Tawaran Presiden Jokowi Kelola Tambang

Sementara itu, Ismail Keykera, Ketua Dewan Adat (DAT) kabupaten Yahukimo, mengatakan, semua media yang masuk di Yahukimo entah kepentingan pemerintah dan masyarakat, semuanya itu menjadi kebanggaan baginya.

“Kita kan sudah biasa sama-sama, nanti kalo ada radio kita juga bawa lagu untuk hibur kota Dekai sama-sama,” katanya di sela-sela kegiatan konferensi ke-1 KAPP Yahukimo.

“Tapi saya tetap akan gunakan semua media yang ada demi kepentingan masyarakat saya suku asli (Momuna) yang selama ini dilihat sebagai orang bodoh dan terbelakang. Sehingga semua media tetap kami menjaga kekerabatannya,” beber Ismail.

Menanggapi rencana pemerintah untuk menghadirkan Radio Bumi Sumohai, menurut dia, pemerintah sedang melakukan hal yang positif agar suku yang besar di kabupaten Yahukimo, terutama yang ada di balik gunung dapat mengikuti perkembangan melalui radio.

Baca Juga:  Ketua DPC Partai Demokrat Resmi Terima Surat Tugas DPP, Siap Bersaing Dalam Pilkada 2024

Selain itu, Kasubag umum dinas Kominfo Yahukimo, Bernard Makmaker mengatakan, pemda sedang berupaya untuk melaunching Radio Bumi Sumohai (RBS), yang saat ini sedang dalam proses persiapan.

“Saya dari sini ke Dekai dan balik lagi bersama bapak Bupati (Sekda) dan Kadis untuk pertemuan dengan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) di Jayapura terkait LPPL RBS Dekai,” katanya.

Untuk diketahui, RBS sendiri sudah disahkan oleh KPID provinsi Papua belum lama ini. Diperkirakan dalam waktu yang tidak terlalu lama RBS akan mengudara.

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaIni Laporan Tim Kesehatan yang ke Bomela, Yahukimo
Artikel berikutnyaSD Rintisan Misionaris Belanda di Wagomani Diyai Terlantar