KNPB: Pertahankan TPNPB Sebagai Tentara Pembebasan Nasional!

0
2249

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Dibentuknya West Papua Army di Vanimo, Papua New Guinea oleh petinggi United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) ditanggapi secara serius oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Juru Bicara Internasional, Victor Yeimo kepada suarapapua.com menanggapi dideklarasikannya West Papua Army (WPA) menegaskan semua pihak agar tetap mempertahankan dan mendukung Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sebagai satu-satunya pertahanan militer di West Papua.

“TPNPB itu api revolusi yang tidak boleh dipadamkan. Ia sudah menjadi tubuh, jiwa dan roh dari cita-cita perjuangan pembebasan nasional West Papua” tegas Victor saat dihubungi siang ini (4/7/2019).

Menurutnya, dalam perjuangan revolusi tidak boleh ada banyak organisasi militer. “Militer itu mesti satu komando, satu struktur, dan satu disiplin militernya. Kalau banyak, potensi saling kudeta akan terjadi. Musuh gampang adu-domba,” tambahnya.

Baca juga: Tiga Organisasi Militer Papua Bersatu dalam WPA

Ia berpendapat, nama Tentara Pembebasan Nasional itu sudah merepresentasi cita-cita pembebasan nasional. “Tujuan revolusi West Papua itu pembebasan nasional (national liberation), jadi dengan merubah nama itu tidak memberi semangat perjuangan pembebasan nasional” terang Victor yang kini berada di Hongkong.

Victor menghimbau pejuang diplomat di Luar Negeri yang tergabung dalam ULMWP agar bijak merangkai kekuatan perjuangan. “Spirit persatuan nasional itu mendukung yang eksis. Bukan menghancurkan kekuatan yang eksis. Itu dialektika mundur”.

Kekuatan TPNPB saat ini adalah sejarah perlawanan dengan pengorbanan. TPNPB masih melawan di medan perang. Menurutnya, TPNPB tidak boleh dibunuh dengan jargon persatuan. Demi pengakuan pada TRWP dan TNP yang tidak eksis, jangan hancurkan perjuangan TPNPB.

“Itu sama dengan pola-pola imperialis hancurkan negara-negara anti-imperialis, yakni membangun kelompok-kelompok tandingan/oposisi untuk hancurkan kekuatan yang eksis, dengan jargon/alasan “persatuan”. Persatuan itu bukan formalitas di atas kertas, tetapi harus real,” tandasnya.

Menurutnya, West Papua Army itu bukanlah persatuan real. Karena hampir semua markas pertahanan yang eksis masih tunduk pada konstitusi 1 Juli 1971 dengan sayap militer TPNPB. Persatuan itu mesti menerima yang eksis dan rela mengalah/bijaksana bagi pertahanan yang tidak eksis.

Ia berharap ULMWP fokus pada kerja-kerja lobi di internasional. Perjuangan ini butuh kualitas. Dan hanya mereka yang eksis di lapangan perlawanan yang tahu bagaimana menggerakan perlawanan di lapangan.

Sebelumnya, pada 1 Juli 2019, ULMWP melalui Jubir Jacob Rumbiak mengumumkan bahwa TPNPB, TRWP dan TNP sudah bersatu dibawah nama West Papua Army (WPA).

Pewarta: Arnold Belau