Usut Penambang Liar, KNPI Akan Bentuk Tim Investigasi

0
1422

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) akan membentuk tim terpadu guna melihat dan menginvestigasi langsung aktivitas penambangan emas secara illegal di Papua.

“Terutama di daerah Nabire, Timika, juga terakhir kita dengar di daerah Korowai, Pegunungan Bintang dan Yahukimo, bahkan Mamberamo. Kita lihat ini penambangan ilegal yang luar biasa terjadi disana, sehingga kami dari KNPI melihat dampak rusaknya lingkungan dan habitat yang ada di sana, sehingga akan melakukan investigas,” Kata Albertho Gonsalves Wanimbo, Ketua KNPI Provinsi Papua di Café Bali Hae, Dok II Jayapura, Selasa (10/7/2019).

Dengan demikian ia meminta kepada pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas ini, terutama investor asing agar segera menghentikan penambangan.

“Pemerintah harus menertibkan tenaga-tenaga asing yang datang ke Papua, yang tidak memiliki surat izin lengkap. Pemerintah dan pihak Kepolisian juga harus jelih,” kata Wanimbo.

Dikatakana, penambangan illegal yang saat ini lagi ramai dibicarakan adalah daerah Nabire dan Yahukimo.

“Ditanah ini bukan tanah kosong, ada warganya yang punya tanah adat, sehingga orang lain jangan seenaknya. Jangan orang lain datang mencuri kekayaan yang ada,” pungkasnya.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan Doren Wakerwa mengakui bahwa pemerintah Papua berencana membentuk tim untuk ke Nabire melihat penambangan emas disana.

Korowai Yahukimo, aktivitas penambangan illegal yang tahun 2018 telah dilarang pengoperasian oleh Pj.Gubernur Papua Soedarmo terus dilakukan.

“Ada banyak speed boat yang digunakan pendulang melalui sungai Lokpon, mulai beraktivitas naik dan turun,” tutur salah satu warga pinggiran sungai Lokpon Yahukimo kepada suarapapua.com belum lama ini.

Pewarta: Ardi Bayage

Editor: Elisa Sekenyap