Kurang Anggaran, Jalan Rusak di Kota Dekai Tidak Diperbaiki

0
3105

DEKAI, SUARAPAPUA.com — Warga masyarakat Kabupaten Yahukimo di kota Dekai keluhkan jalan rusak yang menghubungkan antara bandar udara Nop Goliat dan kota Dekai.

Keluhan itu disampaikan Tobias Yahuli, salah satu warga Dekai yang ditemui suarapapua.com di Bandara Nop Goliat Dekai, belum lama ini.

Menurutnya, ruas jalan yang menghubungkan bandara Nop Goliat dan kota Dekai mengalami kerusakan yang cukup parah dengan sejumlah lubang, termasuk aspalnya hancur di delapan titik.

“Jalan yang rusak itu termasuk di daerah pemukiman, ruko, sosial, depan RSUD, jalan gunung, jalan Kurima dan bahkan jalan alternatif,” ungkap Tobias.

Baca Juga:  Aksi Hari Aneksasi di Manokwari Dihadang Aparat, Pernyataan Dibacakan di Jalan

Akibatnya, kata dia, pengendara motor dan mobil sangat kewalahan ketika melewati jalan-jalan yang rusak itu, termasuk banyak warga yang mengalami kecelakaan.

ads

“Roda motor saya pernah bocor juga saat lewat jalan berlubang itu, bahkan ada seorang suster pernah tabrak lubang aspal yang digenangi air hujan lalu meninggal dunia,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Yahukimo Pilemon Mulalo kepada suarapapua.com di ruang kerjanya mengatakan, untuk sementara beberapa ruas jalan di kota dekai yang rusak tidak bisa diperbaiki akibat kekurangan dana.

Baca Juga:  Kasus Laka Belum Ditangani, Jalan Trans Wamena-Tiom Kembali Dipalang

Mulalo menjelaskan, untuk perbaiki jalan berlubang, satu ruas jalan bisa menghabiskan dana sebesar Rp. 3 Miliar.

“Jalan berlubang ini bukan kami tambal, tapi kami akan lakukan pengaspalan. Dan pengaspalan, satu ruas jalan bisa makan biaya Rp. 3 miliar sehingga untuk sementara tidak bisa lakukan pengaspalan,” jelasnya di dekai, Selasa (16/7/2019).

Selain pengaspalan, kata mulalo banyak jembatan di beberapa kampung yang tidak diselesaikan akibat tidak ada dana otsus.

Baca Juga:  ULMWP Kutuk Penembakan Dua Anak di Intan Jaya

“Ada beberapa jembatan yang kami belum fikskan karena tahun ini tidak ada dana otsus. Bukan hanya yahukimo, tapi seluruh papua. Jangan bangun jembatan, obat di rumah sakit saja habis, mungkin besok-besok rumah sakit bisa ditutup karena tidak ada dana otsus untuk beli obat,” Ujarnya.

Pewarta : Ruland Kabak

Editor      : Arnold Belau

Artikel sebelumnyaFKM Uncen Telah Gelar Dies Natalis ke XIV
Artikel berikutnyaKNPI Menilai Isu Referendum akan Muncul Setelah Otsus Berakhir 2021