Ini Program Pemkab Yahukimo Untuk Mama-mama Papua

0
2005

DEKAI, SUARAPAPUA.com — Pemerintah Kabupaten Yahukimo akan segera menyediakan tempat jual pinang dan hasil bakar batu khusus untuk Mama-mama Papua di pasar Dekai.

Yulianus Heluka, wakil bupati kabupaten Yahukimo, kepada suarapapua.com saat menemui Mama-mama penjual di pasar Dekai, Selasa (30/7/2019) kemarin, mengatakan, perlu kebijakan lantaran bangunan ruko dan pasar yang mulai kotor akibat banyaknya ludah pinang, serta Mama-mama menjual dagangan hasil bakar batu di atas tanah.

Kata Heluka, selain menjaga bangunan dan kota tetap terjaga baik, ini juga bertujuan untuk mendukung usaha Mama-mama Papua agar hasilnya bisa mencukupi kebutuhan keluarga mereka.

“Pemkab akan sediakan tempat untuk Mama-mama jual pinang, dan untuk Mama-mama yang biasa malam-malam jual hasil bakar batu di depan ruko,” ujarnya.

Rencana tersebut disambut gembira Mama-mama Papua di pasar Dekai.

Namuke, salah satu penjual pinang menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Yahukimo atas responsnya menyediakan tempat jualan bagi mereka.

“Selama ini kami jualan depan konter ruko-ruko dan mereka biasa marah-marah. Tetapi terima kasih kalau pemerintah mau sediakan tempat untuk kami,” ucapnya.

Selain akan dibuatkan tempat jual yang layak, menurut Heluka, akan dilengkapi pula sejumlah tempat sampah.

“Kami akan sediakan tempat sampah khusus untuk ludah pinang. Kalau penuh, petugas datang angkut lalu buang ke TPA yang sudah kami sediakan di kilometer enam,” kata Wabup Yahukimo.

Tempat yang akan sediakan itu, katanya, bukan hak milik, tetapi itu hak pakai karena nanti pajak juga akan dijalankan.

Di kesempatan sama, Wabup juga menyinggung keberdaaan sejumlah ruko yang dibangun pemerintah periode sebelumnya.

“Kami juga akan periksa ruko-ruko yang dibangun oleh mantan bupati Ones Pahabol. Apakah usaha mereka berjalan baik atau tidak, dan juga jangan-jangan tempat itu jadikan rumah tempat tinggal. Karena pak Ones bangun itu untuk khusus OAP bisa berkembang dalam usaha perekonomian,” kata Heluka.

Pewarta: Ruland Kabak
Editor: Markus You