Arron Wanimbo: Kaum Perempuan dan Anak Perlu Dapat Perhatian

0
1514

DEKAI, SUARAPAPUA.com— Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak  menggelar kegiatan presentase penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak. Kegiatan tersebut dilaksanakan di gedung Gereja GKI Metanoia, Dekai, pada hari Senin, (29/7/2019).

Asisten III Sekda  Yahukimo, Arron Wanimbo  mengatakan, kaum perempuan dan anak harus mendapat perhatian yang sesungguhnya. Sebab menurut Wanimbo, setiap kelahiran seorang anak semuanya melalui rahim seorang ibu. Oleh karena itu, peran seorang ibu dalam keluarga sangatlah penting.

“Seorang perempuan mempunyai peranan yang sangat penting. Selain melahirkan dengan taruhan nyawa, seorang perempuan bertanggung jawab dalam mengurus rumah tangga,” kata Wanimbo.

Wanimbo berharap melalui kegiatan presentase penguatan kelembagaan pengarustamaan gender dan anak, ibu-ibu di yahukimo dapat memahami peran dan fungsi dalam keluarga. Sehingga, perempuan tidak mendapatkan perlakuan yang semena-mena dari laki-laki.

Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kabupaten Yahukimo, Fransina Kabak mengatakan, Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama dinas pemberdayaan perempuan dan anak kabupaten yahukimo dan Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua.

Kata Kabak, kegiatan tersebut digelar guna memberikan pemahaman dan informasi tentang bagaimana setiap perempuan atau ibu-ibu berfungsi untuk memenuhi sesuai dengan kapasitasnya dalam rumah tangga.

Kabak juga katakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasih kepada kaum perempuan yang bersifat edukasi. khususnya di kabupaten yahukimo, tentang bagaimana  kaum perempuan dan anak memperoleh informasih tentang undang-undang perlindungan terhadap kaum perempuan dan anak.

Kegiatan presentase penguatan kelembagaan perustamaan gender dan anak dihadiri oleh Asisten III Sekda Yahukimo Arron Wanimbo, dan diikuti oleh seluruh staf ibu-ibu dan masyarakat yahukimo yang ada di kota dekai.

Pewarta : Ruland Kabak

Editor     : Arnold Belau