Pelaksanaan Instruksi Bupati Nabire Soal Sampah Dinilai Lemah

0
438

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Penerapan instruksi Bupati Nabire soal penanganan sampah yang seharusnya dijawab dan dilaksanakan oleh bawahannya melalui dinas terkait, hingga kini dinilai masih lemah. 

Pembina Komunitas Enaimo (KENA) Nabire, Bentot ys Yatipai mengatakan bahwa, ada hal fundamental di masyarakat dan di pemerintah sendiri yang tak dibenahi dengan baik, hal tersebut dikarenakan infrastruktur dan management pengolahan sampah tidak disiapkan dengan baik dan benar.

“Hanya saja kurangnya kreatif pemerintah dalam mengelola sampah di Nabire. Sampah itu bila dikekola, bisa menjadi beberapa sumber ekonomi kreatif dan energi yang diperbaharukan,” ujar Yatipai kepada suarapapua.com, Jumat (16/8/2019).

Yatipai menambahkan bahwa, kegagalan mempersiapkan infrastruktur dan management pengolahan sampah, maka akhirnya masuk pada kegagalan sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk bersama memerangi sampah dan berswadaya menangani sampah.

Yatipai mengharapkan, agar kedepannya pemerintah harus membuka diri dan mengajak masyarakat untuk berswadaya urus sampah, serta para lurah yang tidak pro pada penanganan sampa harus siap diganti.

Baca Juga: Sampah Kembali Hiasi Nabire, Ketua KENA: Kami Sangat Kecewa

Ketua Komunitas Enaimo (KENA) Nabire, Philemon Keiya mengatakan sejak diterbitkannya Perda Nomor 8 Tahun 2013 Pasal 45 tentang Ketertiban Umum dan denda sesuai Perda Nomor 1 tahun 2019 tentang pengelolaan sampah, di mana pasal 55 ayat 1 tertulis bahwa, warga yang kedapatan membuang sampah tidak pada tempatnya, akan dijatuhi sanksi sebesar 100 ribu rupiah.

Menurut Keiyai, apa yang menjadi amanat Perda No. 8/2013 ditelantarkan oleh semua pihak, baik warga maupun Pemkab Nabire.

“KENA Nabire tidak digaji dan KENA Nabire juga bukan dinas kebersihan kota yang setiap harinya mau jalan kontrol sampah, tetapi kami anak-anak muda yang peduli dengan lingkungan, makanya kami bersihkan dan angkat,” ujarnya.

Baca Juga: KENA Buktikan Komitmen dengan Bersihkan Sampah di Jayanti

Philemon Keiya menambahkan bahwa, karena kepedulian lingkungan akan sampah yang marak dibicarakan di Nabire, maka terbentuklah KENA untuk ikut berpartisipasi,
jadi coba Pemkab dan warga hargai orang yang sudah bersihkan dan angkat sampah.

Pewarta: Yance Agapa 

Editor: Arnold Belau