Sikapi Pengepungan di Surabaya, Mahasiswa Papua Bikin Aksi Spontan di Depan Polda DIY

0
7784

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Menyikapi aksi pengepungan oleh gabungan berbagai ormas yang ada di Kota Surabaya terhadap 15 orang mahasiswa di asrama mahasiswa Papua yang berada di Jln. Kalasan, mahasiswa Papua di Yogyakarta bikin aksi spontanitas di depan Mabes Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah.

John Gobay, Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) kepada suarapapua.com dari Yogyakarta mengatakan sebagai rasa solidaritas, mahasiswa Papua yang ada di Yogyakarta sedang melakukan aksi spontan di depan Polda DIY.

“Kami yang di Jogaja sedang melakukan aksi spontan di depan Polda DIY sebagai rasa solidaritas kami terhadap mahasiswa Papua yang saat ini sedang dikepung di asrama mahasiswa Papua Surabaya,” ungkapnya kepada media ini pada Jumat, (16/8/2019) dari Yogyakarta.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Asrama Mahasiswa Papua Didatangi Aparat dan Ormas

Aksi spontan mahasiswa Papua di Yogyakarta dilakukan karena mahasiswa Papua berjumlah 15 orang yang berada di asrama mahasiswa Papua Surabaya dikepung sejak Jumat Sore oleh gabungan ormas reaksioner di Kota Surabaya.

Aksi pengepungan dan pelemparan, disertai dengan pelontaran kata-kata cacian dan makian kepada mahasiswa yang berada di asrama tersebut dimulai ketika anggota TNI datang ke asrama bersama anggota Satpol PP dan warga dari ormas reaksioner lalu melakukan pelemparan ke asrama tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa Papua: Massa Makin Banyak dan Kami Masih Terkurung

Dolly Iyowau, pengurus pusat AMP yang berada di lokasi kejadian kepada media ini mengungkapkan bahwa hingga pukul 19.00 WIB jumlah ormas terus bertambah terus mengintimidasi dengan mengeluarkan kata dan kalimat kasar kepada mahasiswa yang berada di asrama.

Mahasiswa sudah berusaha untuk melakukan negosiasi dengan baik dengan anggota TNI yang datang lebih awal. Namun negosiasi yang mau dilakukan tidak terjadi karena anggota TNI langsung masuk ke asrama.

“Mereka tidak mau negosiasi. Tetapi mereka mau supaya kami harus ada di depan dan macam mereka mau kita beradu fisik,” ujarnya.

Untuk saat ini, pihak kepolisian sudah berada di TKP. Namun belum ada polisi yang masuk temui mahasiswa untuk melakukan negosiasi.

“Ini juga karena kami sudah kunci pintu gerbang utama. Karena kami takut, kalau kami buka pintu untuk polisi masuk, berarti anggota ormas juga akan ikut masuk,” katanya.

Mahasiswa tidak mau ada adu fisik antara mahasiswa dengan ormas reaksioner. Sementara untuk kerusakan, untuk sementara yang bisa dilaporkan adalah ada kaca jendela pecah dan hancur karena dilempar oleh masa.

Foto Aksi Spontan Mahasiswa Papua di Yogyakarta di depan Mabes Polda DIY:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Pewarta: Arnold Belau