KNPB Meepago Bantah Tudingan Danramil Paniai Soal Insiden Deiyai

0
166

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Komandan Rayon Militer (Danramil) 1705/02 Enarotali, distrik Paniai Timur, kabupaten Paniai, Papua, Mayor Inf Junaid mengatakan, warga sipil Deiyai yang tertembak baik luka-luka maupun meninggal dunia, pada 28 Agustus 2019 lalu, dilakukan oleh kelompok dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Tudingan ini dibantah langsung Sadrak Kudiai, aktivitas KNPB wilayah Meepago.

“Itu, kelompok KNPB yang kemarin tembak masyarakat sipil di Deiyai. Kami sudah telusuri. Mereka tembak masyarakatnya sendiri. Benar-benar tidak punya akal manusiawi,” ujar Junaid kepada para kepala kampung dan distrik yang ada di wilayah kerjanya dalam pertemuan tatap muka, Rabu (11/9/2019) kemarin di kantor Koramil Enarotali, Paniai.

Karena itu, Danramil minta masyarakat di Paniai dan Deiyai harus menolak dan tidak lagi mempercayai keberadaan sekaligus apapun bentuk isu yang dibangun oleh KNPB.

KNPB, menurutnya juga sebagai biang dari terhambatnya segala pembangunan di Tanah Papua.

“Coba, pembangunan apa yang KNPB ada buat selama ini di Papua? Tidak ada kan. Mereka itu taunya bikin rusuh. Bikin orang Papua tertinggal terus. Jadi sekarang, stop dan jangan kalian percaya lagi sama KNPB. Jangan mau dibodohi,” ujarnya.

Sadrak Kudiai membantah tudingan tersebut dengan mengatakan, semua yang dibilang Danramil Paniai terhadap pihaknya sangat tidak benar, apalagi soal penembakan warga sipil di Deiyai.

Karena menurutnya, perjuangan KNPB selama ini jelas. Berjuang tidak dengan senjata api, melainkan dengan senjata toa, bendera perlawanan dan spanduk di jalan bersama rakyat Papua.

“Itu perjuangan kami KNPB. Semua tahu. Kalau tudingan dari Danramil itu buktinya apa? Tetapi tidak apa, bagi kami biasa karena selalu dari dulu dituduh yang tidak-tidak. Dan memang cara kerja negara kolonial seperti begitu,” bantahnya saat dikonfirmasi suarapapua.com, Kamis (12/9/2019).

Dikatakan, tudingan dari Danramil Paniai tidak lain merupakan bagian dari doktrin ala negara kolonial untuk mempengaruhi cara berpikir seseorang supaya mematikan semangat perlawanan.

“Kami yakin rakyat Papua khususnya yang di Paniai dan Deiyai, juga di seantero Tanah Papua bahkan luar sana tetap tidak akan percaya, karena mereka tahu siapa sebenarnya yang selama ini bunuh-bunuh terus,” tegasnya.

Pewarta: Stevanus Yogi
Editor: Markus You