Lupa Padamkan Lilin, Panti Asuhan di Dekai Dilahap Api

0
1082

DEKAI, SUARAPAPUA.com— Setelah dua sekolah terbakar, kini Pantai Asuhan Samuel Momuna, Dekai, Kabupaten Yahukimo dilahap api.  

Nike Amohoso, Ketua Pantai Asuhan Samuel Momuna kepada suarapapua.com menjelaskan, kejadian yang menimpa pantai asuhan terjadi pada pukul 23.30 WIT pada 12 September kemarin.

Nike bercerita, saat itu temannya pasang lilin. Waktu tidur ia tidak padamkan lilin itu. Sehingga lilin tersebut mengenai kasur dan api mulai membesar dan akhirnya gedung pantai asuhan habis terbakar.

Baca Juga:  Pemerintah Dituding Aktor Perampas Tanah Adat Papua

“Malam kami sudah tertidur pulas, dan teman saya setelah belajar ia lupa padamkan api. Sehingga, lilin tersenggol oleh kakinya. Dan api kena kasur lalu mulai membesar dan terbakar,” jelas Amohoso Jumat, (13/9/2019) di Dekai.

Amohoso menjelaskan, barang-barang yang terbakar antara lain, Ijazah SD-SMP, uang tujuh juta, Allkitab, dan laptop tiga buah. Selain itu, Amohoso juga katakan ada 14 kamar dan enam kamar mandi yang ludes terbakar.

ads
Baca Juga:  Komite Keselamatan Jurnalis Papua Barat dan PBD Resmi Terbentuk

Sementara itu, Yanise Sobolim penghuni pantai asuhan menambahkan, penghuni pantai asuhan samuel sebelumya sebanyak 150 orang. Namun, yang lain keluar untuk mengenyam pendidikan  yang tinggal hanya 18 orang saja.

Sobolim katakan, awalnya tidak pernah terjadi peristiwa kebakaran. Namun, pada bulan Juli PLN cabut lampu. Setelah itu kami pakai  lilin, lalu terjadi kebakaran yang menimpa tempat tinggal mereka.

Baca Juga:  ULMWP: Selamat Jalan Tuan Lukas Enembe, Pemimpin dan Tokoh Peradaban Papua

Akibat kejadian ini, mereka tidak mempunyai tempat tinggal lagi. Sehingga untuk sementara menumpang di keluarga terdekat.

“Teman-teman yang lain punya keluarga jadi tinggal dengan keluarga. tapi kita yang lain keluarga semua di kampung jadi untuk sementara kita tinggal di pos penjagaan SMK,” kata Sobolim.

Sobolim berharap, pemerintah daerah untuk bisa membantu bangun kembali asrama mereka.

Pewarta : Ruland Kabak

Editor     : Arnold Belau

Artikel sebelumnyaBangun Posko Exodus Untuk Mendata Mahasiswa
Artikel berikutnyaBupati Yahukimo Minta Posko Exodus Mahasiswa Papua di Dekai Ditutup