Saksi: Aksi Ricuh Wamena Dipicu Tembakan Peringatan Aparat

0
247

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Ujaran rasialis (monyet) yang diduga diucapkan oleh seorang oknum guru kepada siswanya di ruang kelas SMA PGRI Wamena pekan kemarin berbuntut panjang.

Pada Senin (23/9/2019), siswa yang merasa martabatnya direndahkan langsung mengorganisir seluruh siswa SMA PGRI turun jalan menuju Kantor Bupati Jayawijaya untuk menyampaikan rasa kekesalannya atas ujaran rasial itu.

“Sayangnya, aksi siswa SMA PGRI di kantor bupati itu direspon dengan tembakan peringatan aparat, sehingga jadi berubah. Padahal anak-anak ini mau sampaikan ke pemerintah bahwa mereka tidak mau dibilang monyet lagi,” kata seorang saksi mata dari Wamena yang namanya tidak mau disebutkan kepada suarapapua.com, Senin (23/9/2019) malam.

Baca Juga: Empat Orang Meninggal Pasca Pembubaran Mahasiswa di Uncen

- Iklan -

Ia menceritakan, ketika siswa yang ada di Kantor Bupati Jayawijaya mulai bubar karena tembakan itu, ia sempat menyaksikan gedung kantor Keuangan Setda Jayawjaya mulai terbakar.

“Setelah itu saya langsung pergi karena saya tidak bisa dengan bau asap. Lagian aksi yang damai, sudah berubah,” kata saksi itu.

Ia pun mengakui tidak tahu menahu soal adanya ujaran rasialis oleh oknum guru SMA PGRI Wamena. “Saya hanya tahu ketika anak-anak mulai datang ke kantor bupati dan teriak kami bukan monyet dan mereka (siswa) minta agar Pemda Jayawijaya usut orang yang menyampaikan kata itu.”

Sementara, seorang warga lainnya yang berada di pertigaan Pikhe, pasar Baru Wamena yang juga tidak mau sebutkan namanya mengakui, jika semua yang terjadi di kota Wamena secara spontan.

“Banyak warga keluar duduki pertigaan dan perempatan jalan. Kita juga tidak tahu (siapa yang membakar),” katanya.

Pewarta: Redaksi

Print Friendly, PDF & Email