Sekda Papua Apresiasi Kegiatan ‘Live Surgery Conference Asia Pacific’

0
259

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Herry Dosinaen Sekda Provinsi Papua mengapresiasi kegiatan Konferensi Bedah Demo Langsung Hernia Asia Pasifik ‘Live Surgery Conference Asia Pacific’ yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Papua di aula RSUD Dok. II Jayapura, Kamis (3/10/2019).

“Dalam video live yang disaksikan oleh orang-orang dari Asia Pasifik itu tentu luar biasa. Hari ini dr.Donald Aronggear telah membuktikan itu,” kata Sekda Hery kepada awak media.

Kata Sekda, dengan perkembangan yang ada ini, orang Papua mampu bersaing di bidang kesehatan, terutama orang asli Papua telah membuktikan diri menjadi profesor di dunia kesehatan.

Baca juga: Ratusan Orang Ikut Aksi Tolak Pemekaran Provinsi Papua Tengah

“Dalam aspek kesehatan, teknologi yang canggi dan juga dalam proses bedah yang sangat luar biasa, sehingga ini dapat memotifasi anak-anak kita – adik-adik kita untuk berpacu dalam meningkatkan kemampuan, terutama di aspek kedokteran,” tuturnya.

Pihaknya berharap banyak anak-anak muda Papua yang muncul di bidang kesehatan, khususnya jurusan kedokteran, agar kedepan Papua bisa bersaing dengan daerah lain di Indonesia, bahkan di luar Negeri.

“Hal yang lain, hari ini telah kita lihat pemaparan tentang Grand Design untuk RS Jayapura. Ya jadi ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk merealisasikan. Tentunya itu akan menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua dan Gubernur serta jajaranya.”

Ia juga menambahkan bahwa Grand Design yang di paparkan itu dapat diselesaikan pada tahun 2023, agar dapat direalisasikan dengan apa yang diharapkan.

drg. Aloysius Giyai, Direktor RSUD Dok.II Jayapura ketika memberikan kerangan pers. (Ardi Bayage-SP)

Baca juga: Ratusan Orang Ikut Aksi Tolak Pemekaran Provinsi Papua Tengah

Drg.Aloysius Giyai, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, yang saat ini menjabat sebagai Plt. Direktur RSUD Dok. II Jayapura mengatakan, moto dan visi misi untuk pembangunan rumah sakit sudah dipaparkan dan kemudian akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Papua.

“Dalam aturan akreditasi, rumah sakit harus diberi nama, maka penyusunan master plan ini kami baru rumuskan visi misi dan moto baru, termasuk nilai organisasi dan semboyan baru. Sebagai mana tadi saya sudah paparkan dan itu juga kita akan mengusulkan pemberian nama rumah sakit baru,” katanya.

Pewarta: Ardi Bayage

Editor: Elisa Sekenyap