Aloysius Giyai Ingin Kembalikan Kejayaan RSUD Dok II

0
79

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com—  Plt. Direktur RSUD Dok II, drg. Alosyus Giyai yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengatakan, ia ingim kembalikan kejayaan RSUD Dok II seperti di masa lampau dan jadikan RS terbaik di Asia Pasifik.

Hal ini disampaikan Giyai usai menghadiri kegiatan Konferensi Bedah demo Langsung Hernia Asia Pasifik  ‘Live Demo Surgery Conference Asia Pasific Hernia’ di RSUD Dok II, Kamis (3/10/2019) kemarin.

Untuk menjadikan RSUD Dok II sebagai rumah sakit rujukan Asia Pasifik, Giyai mengaku sudah mengusulkan program kepada pemerintah provinsi Papua. Dan rencana tersebut sudah ia paparkan kepada gubernur Papua.

“Saya sudah paparkan rencana itu kepada gubernur. Yang pada pemaparan itu intinya saya ingin kembalikan kejayaan rumah sakit ini [RSUD Dok II] seperti dulu [pada zaman Belanda] dan jadikan rumah sakit [rujukan] terbaik di Asia Pasifik,” jelasnya kepada wartawan.

Baca Juga:

Ia menjelaskan, rencana tersebut sudah dibuat grand desain dan masterplan, dan sudah dipaparkan dalam acara bedah Hernia yang disaksikan Live.

“Saya harap gubernur bisa dukung rencana ini. Sehingga [Jika dijawab dan pekerjaannya dijalankan] gubernur bisa resmikan sebelum masa jabatannya habis. Kalau direspon, targetnya selesai pada 2023,” jelasnya.

Menurutnya, rencana tersebut akan terwujud kalau gubernur setuju dan terbitkan surat keputusan gubernur. Kata dia, beberapa usulan yang sudah diajukan adalah perubahan nama rumah sakit, Pembangunan RS Dok II Jayapura serta visi dan misi dan moto rumah sakit.

 “Usulan itu semua nama orang pertama yang mengabdi pertama kali di bidang kesehatan di Papua. dan beberapa hal penting lain seperti kebutuhan lain,” katanya.

Sekda Provinsi Papua, Hery Dosinaen sebagai pemerintah provinsi  mengatakan pihaknya siap mendukung niat baik yang disampaikan dan  pemerintah provinsi Papua mengapresiasi itu.

“Kami apresiasi dan kami akan mendukung hasil semua pemaparan tadi. Saya sediri sudah melihat langsung grand desainnya saat pemaparan,” ucapnya.

Pewarta: Ardi Bayage

Editor: Arnold Belau