PLI Siap Kirim 30 Mahasiswa ke Rusia Tahun 2020

1
86

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Setelah mengirim 26 mahasiswa tahun ini, Papua Language Institut (PLI) Papua akan mengirim 30 mahasiswa asli Papua untuk jenjang S1, S2 dan S3 pada tahun 2020.

Hal ini diungkapkan Direktur PLI, Samuel Tabuni kepada suarapapua.com pada Kamis (3/10/2019) kemarin saat ditemui di kantor PLI Papua, Waena.

“Kami mendapat kepercayaan untuk kirim 30 mahasiswa lagi pada tahun 2020 ke Rusia. Jadi kami akan kirim 30 mahasiswa dengan beasiswa penuh khusus anak asli Papua program S1, S2 dan S3,” ungkap Tabuni.

Samuel mengatakan pihaknya bersyukur karena tahun depan PLI bersama pemerintah Papua bisa mendapat beasiswa dari Pemerintah Rusia lagi dengan jumlah yang lebih. Sehingga akan dimanfaatkan baik dengan mengirim pelajar mahasiswa untuk menuntut ilmu sesuai kebutuhan pembangunan dan potensi Sumber Daya Alam (SDA) di Papua.

“Untuk tahun 14 mahasiswa akan dibiayai pemerintah rusia dan 12 mahasiswa akan dibiayai pemerintah provinsi Papua melalui  biro Otsus. Jadi secara biaya kami sudah hemat dan membantu pemerintah daerah,” kata Samuel.

 Selain Rusia, ia mengaku pihaknya sedang melirik beasiswa dari negara lain, terutama negara-negara maju untuk kerja sama dan mengirim anak-anak asli Papua mengemban ilmu di luar negeri.

Soal mekanisme penetuan yang mendapat beasiswa, kata Samuel, PLI  melakukan recruitment dan seleksi terbuka agar semua suku bangsa Papua tercover di dalamnya.

“Kami akan lakukan seleksi secara terbuka dengan ketentuan yang ada. Kami tidak akan pilih dari unsur kepentingan. Intinya yang akan diutamakan adalah anak asli papua sesuai kebutuhan di Papua,” katanya.

Yefri Lokbere, salah satu dari 26 mahasiswa yang akan diberangkatkan ke Rusia saat ditemui Suara Papua di kantor PLI memberikan apresiasi kepada PLI, Pemerintah Papua dan Pemerintah Rusia yang memberikan kesempatan kepada anak-anak Papua untuk kuliah di Rusia.

“Kaka Samuel buka jalan yang luar biasa. Saya termasuk 26 mahasiswa yang akan keluar tahun ini. Namun sebagian teman suda duluan karena undangan mereka terima saya masih tunggu undangan,” katanya.

Saat melepas 26 mahasiswa yang ke Rusia itu, seperti dikutip media ini dari papua.go.id, Lukas Enembe, gubernur Papua  berharap kerjasama pendidikan antara Pemerintah Federasi Rusia dan Pemerintah Papua Indonesia dapat mendorong peningkatan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) asli Papua.

“Doa kami, Pemerintah Rusia senantiasa terus mendidik anak anak Papua menjadi ilmuan ilmuan hebat bagi kemajuan Tanah Papua dan Negara Kesatuan Republok Indonesia Tercinta,” harapnya.

Putra-putri Papua yang dikirim tersebut diminta dapat menempatkan diri dan mampu bersosialisasi dengan baik kepada masyarakat di negara yang berjuluk Negeri Beruang Putih itu, maupun sesama mahasiswa di tempat perkuliahannya.

“Anak-anakku sekalian tugas kalian hanya belajar, belajar dan belajar. Kalian harus mampu menempatkan diri dengan kehidupan sosial masyarakat disama maupun ditempat perkuliahan. Tidak boleh ikut kegiatan-kegiatan yang lain. Kalian hanya sekolah dan belajar,” pinta Enembe.

Sementara itu, Kepala Biro Otonomi Khusus Setda Papua, Aryoko AF Rumaropen, SP, M.Eng mengatakan pada tahun 2015-2016, Pemprov Papua telah mengirimkan 7 pelajar Papua untuk menimba ilmu di Rusia.

6 orang kuliah program S1 sedangkan 1 orang melanjutkan program S3 atas nama John Alexander Gobay dan sudah menyelesaikan studinya. “Pemerintah Provinsi Papua melalui Biro Otonomi Khusus telah memantau perkembangan anak-anak kita di Rusia dan mereka cukup baik dalam menjalani dan menyelesaikan pendidikan,” tandas Rumaropen.

Pewarta: Ardi Bayage

Editor: Arnold Belau