10 Bulan Mengungsi, 189 Pengungsi Nduga Meninggal

2
587
Warga Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, saat menuju Nigiagin yang berbatasan dengan Kabupaten Lanny Jaya, Papua, 26 Desember 2018. (Dok. Pemkab Nduga)

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Hingga awal Agustus 2019, 182 masyarakat Nduga yang mengungsi dari Nduga dilaporkan meninggal. Dan hingga September, dilaporkan bahwa ada 7 orang pengungsi meninggal lagi.

Wene Tabuni, Relawan Pengungsi Nduga di Wamena kepada suarapapua.com melaporkan bahwa hingga September 2019 jumlah pengungsi yang meninggal bertambah jadi 189 orang.

“Jadi data bulan Agustus itu 182 orang yang meninggal. Sekarang ada 7 orang yang meninggal lagi. Jadi semuanya 189 orang yang meninggal. Saya akan detailkan identitas 7 orang itu,” ungkapnya kepada suarapapua.com dari Wamena, Sabtu (5/10/2019).

Penyebab kematiannya, ia menjelaskan, karena sakit dan lapar. Ia juga mengatakan, akses kesehatan untuk pengungsi di Nduga sulit, termasuk untuk masa depan anak-anak pengungsian.

“Tidak ada pelayanan medis yang bagus. Sebelumnya ada tim kesehatan dari gereja GKI klasis Port Numbay. Waktu mereka ada itu bagus, karena masyarakat yang sakit bisa ditangani. Tetapi sekarang tidak ada pelayanan kesehatan. Kedua karena tidak ada makanan untuk pengungsi,” katanya.

Wene mengatakan, hingga Oktober ini genap 10 bulan masyarakat Nduga mengungsi sejak terjadi konflik bersenjata pada Desember 2018 lalu.

Dikutip dari Jubi.co.id, Pada awal bulan proklamasi bangsa Indonesia, Tim Solidaritas untuk Nduga kembali merilis 182 orang pengungsi yang meninggal dunia. Rinciannya adalah 21 perempuan dewasa, 69 laki-laki dewasa, 21 anak perempuan, 20 anak laki-laki, 14 perempuan balita, 12 laki-laki balita, 8 bayi laki-laki dan 17 bayi perempuan.

Mereka ini semua dipastikan meninggal dunia di tempat pengungsian. Ada yang meninggal di hutan belantara (tempat persembunyian). Ada pula yang meninggal di pemukiman warga (Jubi, 1 Agustus 2019).

Baca Juga: Pemda Nduga Diminta Perhatikan 834 Siswa Pengungsian Weneroma Wamena

Data tersebut berasal dari data sebelumnya. Pihaknya hanya memperbaharui dengan jumlah korban pengungsi yang baru dilaporkan meninggal dunia. Jumlah korban sebelumnya sebanyak 139 jiwa. Sedangkan jumlah korban yang baru tercatat 43 orang/jiwa.

Pewarta: Arnold Belau