Soal Mahasiswa Intan Jaya yang Eksodus, Bupati Natalis Tabuni Dinilai Tutup Mata

0
21

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Natalis Tabuni, Bupati Kab. Intan Jaya, Papua dinilai tutup mata dan abaikan nasib serta masa depan mahasiswa Intan Jaya dari Indonesia yang sudah eksodus ke Papua.

Mahasiswa Intan Jaya mengungkapkan bahwa ratusan mahasiswa Intan Jaya dari luar Papua sudah pulang ke Papua dan mahasiswa Intan Jaya yang melakukan studi di beberapa kota di Papua juga disebut telah pulang. Mahasiswa asal Intan Jaya rata-rata pulang ke Nabire, Timika dan Intan Jaya.

Hal ini diungkapkan salah satu mahasiswa asal Intan Jaya yang  kuliah di Uncen, Rychco Kobogau saat menghubungi suarapapua.com ddi Jayapura, Rabu (9/10/2019).

Kobogau mengatakan, saat ini mahasiswa Intan Jaya yang ada di Jayapura sudah pulang ke Nabire, Timika dan Intan Jaya semenjak terjadi beberapa insiden pasca persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua terjadi di Surabaya, pada Agustus lalu.

“Sekarang kami yang tinggal di asrama hanya 13 orang. Semua jumlah dari beberapa kontrakan mahasiswa. Kami semua saat ini ada di asrama Intan Jaya. Tetapi di Sentani saya belum tahu. Intinya saat ini semau mahasiswa sudah pulang,” ungkapnya.

Ia mendesak pemerintah untuk mendata mahasiswa Intan Jaya yang sudah pulang dari luar Papua maupun dari Papua yang sudah pulang ke Nabire, Timika dan Intan Jaya sendiri. Menurutnya, Bupati Natalis Tabuni dan DPRD Intan Jaya sedang tutup mata terhadap nasib mahasiswa Intan Jaya.

“Kami mahasiswa dan pelajar ini aset daerah Intan Jaya. Pemerintah jangan diam saja. Harus mendata semua mahasiswa yang sudah pulang. Termasuk mahasiswa Intan Jaya yang sudah eksodus dari luar Papua ke Papua. Sampai saat ini tidak ada data yang jelas,” katanya.

Ia membantah data mahasiswa Eksodus dari Intan Jaya yang disebutkan Natalis tabuni, Bupati Kabupaten Intan Jaya yang menyebutkan hanya empat mahasiswa asal Intan Jaya yang telah pulang.

“Pernyataan bupati itu tipu. Yang bupati sebut itu hanya empat mahasiswa afirmasi yang pulang dari Sumatera. Sedangkan ratusan mahasiswa Intan Jaya yang pulang tidak didata. Termasuk mahasiswa Intan Jaya yang pulang dari Jayapura dan beberapa kota lain di Papua yang pulang ke Nabire, Timika dan Intan Jaya juga tidak didata,” tegasnya.

Untuk konfirmasi informasi dan pernyataan dari mahasiswa, redaksi Suara Papua sudah mencoba untuk konfirmasi ke Natalis Tabuni, bupati Kabupaten Intan Jaya dengan telepon ke empat tiga nomor teleponnya. Namun, hingga berita ini ditayang, telepon genggamnya tidak aktif.

Kemudian, Suara Papua kembali mencoba untuk melakukan konfirmasi kepada wakil bupati Intan Jaya, Pdt. Yan Kobogayauw, namun nomor telepon yang bersangkutan juga tidak aktif.

Upaya lain dilakukan Redaksi Suara Papua dengan mencoba untuk telepon kepada Kabag. Kesra Setda Intan Jaya, Yoakim Mujizau yang menangani mahasiswa Intan Jaya. Tetapi tidak membuahkan hasil juga. Beberapa kali melakukan telepon ke nomor teleponnya, namun tidak ada respon karena nomornya teleponnya sedang berada di luar jangkauan.

Suara Papua masih berusaha untuk melakukan konfirmasi kepada pemerintah daerah kabupaten Intan Jaya.

Pewarta: Arnold Belau