Ini Hasil Seleksi Calon Reporter Suara Papua 2019

1
70
Informasi lowongan kesempatan untuk jadi jurnalis di Suara Papua yang sudah disebarluaskan beberapa medium di internet. (Dok. Suara Papua)

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Redaksi Suara Papua telah membuka pendaftaran untuk menerima calon reporter yang akan ditempatkan di beberapa daerah yang ada di Tanah Papua pada tujuh wilayah Adat sejak 1 Oktober 2019.

Arnold Belau, ketua Perkumpulan Suara Papua menjelaskan, perekrutan difokuskan lebih khusus pada beberapa wilayah yang ada di tujuh wilayah adat. Untuk pendaftaran penerimaan berkas sudah dibuka sejak 1 – 15 Oktober lalu.

“Perekrutan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak muda Papua untuk menulis tentang apa yang terjadi di sekitar mereka, apa yang terjadi di tanah mereka, apa yang mereka lihat, apa yang mereka rasakan dan alami dalam bentuk karya jurnalistik lewat Suara Papua,” kata Belau di Jayapura, Kamis (17/10/2019) malam.

Ia mengatakan, ada kendala saat seleksi karena jumlah pelamar lebih dari yang diperkirakan Suara Papua. Dimana, kata dia, yang ditargetkan 15 orang dan yang mendaftar hampir 50 orang pelamar.

- Iklan -

“Dengan banyaknya pelamar membuat proses pengumuman seleksi sedikit terlambat. Lebih satu hari. Harusnya tanggal 15 diumumkan. Tetapi karena pelamar dua kali lipat dari yang kami perkirakan, jadi kami butuh waktu untuk seleksi semua berkas yang masuk,” jelasnya.

Menurut Belau, Suara Papua dengan motto ‘Menyuarakan Kaum Tak Bersuara’ ingin menjangkau lebih banyak ke daerah-daerah dan pelosok di Tanah Papua untuk menyuarakan apa yang masyarakat alami, rasakan, lihat dan jalani setiap hari.

Katanya, masyarakat mengalami banyak persoalan, mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, hak atas ekonomi, hak atas hidup, hak atas tanah, lingkungan, perempuan dan anak, pelanggaran HAM, dan tindakan-tindakan kriminal lain. Namun, karena keterbatasan Sumber Daya Manusia, seringkali luput untuk menyuarakan keluhan masyarakat.

“Jadi, kami bikin perekrutan ini dengan maksud untuk mengambil peran itu. Ada informasi dari masyarakat. Suara dan keluhan masyarakat didengar dan disalurkan, sehingga menjadi perhatian berbagai pihak yang berkompeten. Dengan harapan harus ada perubahan,” katanya.

Disinggung soal pelamar, ia mengungkapkan bahwa pelamar datang dari berbagai kalangan, dan daerah. Baik di Papua maupun di luar Papua.

“Di luar dugaan kami bahwa ada calon pelamar dari luar Indonesia. Ada juga dari Indonesia. Dan lebih banyak di Papua. Dan yang diapresiasi adalah pelamar yang rata-rata mahasiswa. Semangat mereka sangat tinggi,” ungkapnya.

Ia mendetailkan, target Suara Papua sama dengan apa yang diumumkan lewat brosur yang sudah tersebar. Yakni: Lapago: 2 orang, Meepago: 1 Orang, Anim Ha: 2 orang, Mamta: 3 orang, Saireri: 2 orang, Domberai: 3 orang, dan Bomberai 2 orang.

“Dari target itu ada yang tidak ada. Misalnya kami butuh satu reporter, tetapi tidak ada yang pelamar. Di Bintuni dan Wondama serta Kaimana dan Fakfak juga sama. Termasuk tidak ada pelamar dari Timika. Tidak ada pelamar. Kami pikir yang sudah ada ini cukup dan luar biasa,” terangnya.

Belau menambahkan, yang melamar seluruhnya ada 47 pelamar. Namun, dari hasil seleksi 20 orang dinyatakan gugur dan tidak lulus. Sedangkan 27 pelamar dinyatakan lulus berkas.

“Selanjutnya akan dilakukan tes wawancara pada Jumat 18 Oktober. Hasilnya akan diumumkan lagi pada hari Sabtu 19 Oktober. Jadi, dari 27 orang itu, 15 orang yang lulus, akan dibekali untuk jadi reporter Suara Papua sesuai target yang kami butuhkan,” katanya.

Dibawah ini adalah daftar nama yang lolos dalam seleksi lamaran. 27 orang yang terdaftar di bawah ini akan mengikuti proses tes wawancara pada Jumat 18 Oktober (hari ini).

Hasil Seleksi Berkas

Nama-nama yang lolos seleksi berkas:

NO. NAMA WILAYAH ADAT KETERANGAN
1. Charles Maniani Domberai/Manokwari, Papua Barat Lulus Berkas
2. Novelin Efelin Dou Domberai/Manokwari, Papua Barat Lulus Berkas
3. Reiner S. Brabar Domberai/Tambrauw, Papua Barat Lulus Berkas
4. Theresia F. Awak Domberai/Manokwari, Papua Barat Lulus Berkas
5. Maria Baru Domberai/Kota Sorong, Papua Barat Lulus Berkas
6. Romi O.R. Kolin Domberai/Sorong, Papua Barat Lulus Berkas
7. Isodorus Tebai Meepago/Nabire, Dogiyai, Papua Lulus Berkas
8. Gemma A. Wokomom Mamta/Kota Jayapura, Papua Lulus Berkas
9. Bartomius M. Marian Mamta/Kota Jayapura, Papua Lulus Berkas
10. Merrius Sekenyap Mamta/Kota Jayapura, Papua Lulus Berkas
11. Hendrik R. Rewapatara Mamta/Meepago, Jayapura, Mimika Lulus Berkas
12. Alfredo Dodop Mamta/Kab. Jayapura, Papua Lulus Berkas
13. Lenny Aninam Mamta/Kota Jayapura, Papua Lulus Berkas
15. Aser Y.K. Nerotouw Mamta/Kab. Jayapura, Papua Lulus Berkas
16. Muhammad A. Marom Anim Ha/Merauke, Papua Lulus Berkas
17. Fransiskus X.I.Wombon Anim Ha/Merauke, Papua Lulus Berkas
18. Simion Taulemi Anim Ha/Boven Digoel, Papua Lulus Berkas
19. Onoy Lokobal Lapago/Jayawijaya, Papua Lulus Berkas
20. Teba Hisage Lapago/Jayawijaya, Papua Lulus Berkas
21. Luis Kabak Mamta/Kota Jayapura, Papua Lulus Berkas
22. Gerson Miram Lapago/Yahukimo, Papua Lulus Berkas
23 Helena N. Aliljaman Lapago/Tolikara, Papua Lulus Berkas
24. Rahel H. Tabuni Lapago/Jayawijaya, Papua Lulus Berkas
24. Bilha A. Banundi Mamta/Kab.Jayapura, Papua Lulus Berkas
25. Ana B. Bataona Mamta/Kota Jayapura, Papua Lulus Berkas
26. Atamus Kepno Lapago/Yalimo, Papua Lulus Berkas
27. Yusak Numberi Australia Lulus Berkas

 

Ita Wakhu Purom, 18 Oktober 2019

Ketua Perkumpulan Suara Papua

 Arnold Belau

 

REDAKSI