Membentuk Karakter dan Mental, IPM-MAPODADI Gelar Seminar Dua Hari

0
53

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Dalam rangka membentuk mental dan karakter mahasiswa baru, Ikatan Pelajar Mahasiswa Distrik Makki, Poga, Danime dan Dimba (IPM-MAPODADI) Lanny Jaya di Jayapura telah menggelar seminar selama dua hari di Kota Jayapura, Papua.

Seminar bertajuk “Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh” digelar pada 25-26 Oktober kembarin. Hari permtam dilakukan dalam bentuk seminar sehari di Asrama Lanny Jaya dan hari kedua digelar kegiatan perkenalan mahasiswa dan pelajar baru di pantai Holtekam, Kota Jayapura.

Marton Wenda, ketua panitia seminar kepada media ini menjelaskan, kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk membentuk karakter dan mental mahasiswa. Dengan harapan mental dan karakter di lingkungan akademik dan di luar akademik terbangun dengan baik. Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan juga untuk membangun tali persaudaraan antara mahasiswa dan pelajar lama dengan yang baru.

 “Jadi kegiatan kami lakukan selama dua hari atas keputusan internal pengurus ikatan dan panitia penyelenggara dengan tujuan untuk memberikan pandangan dan memberikan materi yang dapat membuka wawasan yang dapat berguna untuk membentuk karakter dan mental mahasiswa dan pelajar,” jelasnya. 

Menurutnya, kegiatan tersebut sudah menjadi agenda tahunan. Pada tahun 2019 dihadiri  300 ratus mahasiswa baru dan ditambah dengan anggota lama sebanyak 136 orang.

“Semuanya ada 463 orang. Saya sebagai panitia bersyukur karena kegiatan itu berjalan dengan baik dan aman,” ucapnya.

Kegiatan seminar mahasiswa di asrama mahasiswa putra lanny jaya. (Dok Panitia)

Sementara itu, Tim Gio Wenda, ketua IPM-MAPODADI dalam kegiatan berlangsung mengatakan, organisasi tersebut tidak memandang dari mana dan tidak pilih kasih, selalu berjalan untuk umum untuk Kabupaten lanny Jaya kedepan.

“Jadi wadah ini ada sebagai independen dan siapa saja bisa bergabung dan belajar bersama-sama. Jadi saya berharap apa yang disampaikan bisa menjadi motivasi dan hal yang berguna untuk membagun masa depan Papua lebih khusus Lanny Jaya,” katanya.

Selain itu, Anis Kogoya, senior yang turut hadir dalam kegiatan itu menyampaikan, hidup harus menghargai kepada sesama, senior dan siapa saja. Yang baik sampai dengan yang tidak baik harus menghormati.

“Mahasiswa sebagai agen perubahan harus rendahkan diri dan menghargai sesama. Supaya kita juga dihargai. Jadi sebagai senior saya pribadi apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan adik-adik mahasiswa,” singkatnya.

Pewarta: Ardi Bayage

Editor: Arnold Belau

Print Friendly, PDF & Email