Pemkab Belum Perhatikan Korban Kebakaran Asrama Nabire

0
54

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Gedung asrama mahasiswa Nabire di Kamkey, distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, yang terbakar Minggu (13/10/2019), hingga kini belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Arnoldus Kotouki, ketua asrama mahasiswa Nabire di Kota Jayapura, mengatakan, perhatian yang diharapkan adalah bantuan berupa makanan dan minuman, juga renovasi gedung yang terbakar karena kehilangan tempat tinggal dan seluruh barang milik penghuni ludes dilahap si jago merah.

Menurutnya, jangankan bantuan, respons saja sejauh ini tidak ada, walaupun kebakaran asrama yang dihuni puluhan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Kota Jayapura ini terjadi sejak sepekan lalu.

“Setelah asrama kami terbakar, pengurus bersama para penghuni di sini belum mendapat bantuan dari pemerintah daerah,” ujarnya saat diwawancarai tiga mahasiswa magang Stikom Muhammadiyah Jayapura, Jumat (25/10/2019).

- Iklan -

Ia tidak memastikan alasan tiadanya respons kepada korban kebakaran. “Setidaknya bupati dan kepala dinas serta jajarannya sudah tahu tentang kebakaran asrama mahasiswa Nabire, karena sudah diberitakan melalui media,” kata Kotouki.

Kotouki mengaku mendapat bantuan berupa makanan siap saji yang telah disumbangkan beberapa pihak. Salah satunya John NR Gobai, anggota DPRP.

“Seluruh mahasiswa sedang menunggu kunjungan langsung ke lokasi kejadian. Sampai sekarang beberapa penghuni asrama masih ada di sini. Kalau sampai tidak ada perhatian, kami akan turun ke kabupaten untuk tanyakan langsung,” tuturnya.

Mahasiswa magang di Suara Papua saat wawancara narasumber di asrama mahasiswa Nabire. (Agustinus Yumai)

Setelah kebakaran terjadi tengah malam, imbuh Kotouki, para penghuni dari delapan kamar terpaksa ditampung di aula asrama Nabire.

Pada kesempatan sama, Emanuel Waine, pembina asrama mahasiswa Nabire di Kamkey, menjelaskan, akibat bencana yang tak terduga itu, para penghuni mengalami kerugian besar karena sejumlah laptop, buku, surat-surat penting, termasuk seluruh barang ikut ludes.

“Asrama sebagai aset pemerintah daerah terbakar, jelas kami sangat kehilangan tempat tinggal. Terus, barang-barang milik semua mahasiswa di sini tidak ada yang tertinggal, semua terbakar,” katanya.

Karena itu, tegas Waine, perhatian dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan saat ini.

“Mahasiswa mau kembali tempati asrama, tetapi bangunan sudah hangus. Jadi, solusinya segera sediakan tempat darurat sambil bangun gedung baru,” katanya sembari menegaskan, mahasiswa adalah agen perubahan masa depan Papua.

Kristianus Pokuwai, salah satu penghuni asrama Nabire di Kamkey, mengaku sangat sedih karena kehilangan segalanya akibat terbakarnya rumah yang selama ini mereka tempati.

“Aduh, saya sangat sedih lihat asrama kami terbakar. Semua barang habis. Kami sudah tidak ada tempat tinggal lagi.”

Pokuwai juga berharap pemerintah daerah segera buka mata terhadap kondisi miris yang menimpa para mahasiswa dari wilayah adat Meepago.

Asrama terbakar diduga karena korsleting listrik pada tengah malam tepat Pukul 24:00 WP. Saat itu para penghuni sudah tidur. Tetapi mereka berhasil selamatkan diri dari kepungan api. Sementara, bangunan dan seluruh isi barang ludes dilahap si jago merah.

Pewarta: Agustinus Yumai, Daud Pigai, Ayub Lengka
Editor: Markus You

Print Friendly, PDF & Email