Berkah Kelapa Muda di Skyline

0
100

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Usaha kelapa muda di Skyline, Entrop, kota Jayapura, Papua, membawa berkah bagi mama-mama penjual yang saban hari melayani para pengunjung.

Seorang penjual kelapa muda yang meminta namanya tak disebutkan, mengaku, hasil usaha kelapa muda cukup bagi keluarganya meski pendapatan tiap hari tak stabil.

“Satu hari pendapatan bersih 500 ribu rupiah, itu kalau pengunjung lagi ramai,” katanya saat diwawancarai tiga mahasiswa magang Stikom Muhammadiyah Jayapura, Selasa (29/10/2019) pekan lalu.

Dari hasil jual kelapa muda, ia mengaku membiayai tiga anaknya termasuk dua anak angkat, serta biaya kontrak rumah.

“Anak saya sedang kuliah di STIE Port Numbay. Terus ada dua anak angkat saya dari Wamena yang jaga tempat jualan, sudah anggap anak pertama saya. Memang tidak ada hubungan keluarga, tetapi saya membiayai perkuliahan mereka.”

Ia berharap, anak angkat itu segera wisuda karena selesai magang dan menunggu ujian skripsi.

“Mudah-mudahan Tuhan kehendaki nanti berhasil, mau ingat atau tidak terserah. Yang penting saya kasih sekolahkan, kuliah hingga wisuda,” ucapnya.

Satu anak angkat lainnya sedang kuliah di Uncen. Sedangkan, anak kandung pertama akan wisuda pada Desember 2019 dan anak kedua sudah selesai dari USTJ, kini menunggu hasil tes pegawai.

“Saya beli kelapa dari Koya sama Mas Rohim dan biasa diangkut ke sini pakai angkot. Ongkosnya sesuai jumlah kelapa. Satu kelapa 20 ribu rupiah,” jelasnya.

Selain kelapa, ia siapkan sirup, susu kaleng, es batu, kuku bima, dan sedotan. Satu kali beli satu pak seharga Rp20.000. Kadang tiga pak mengantisipasi banyaknya pembeli.

“Sirop saya beli satu karton, begitupun susu kaleng,” kata mama yang sangat ramah ini.

Selain dia, di Skyline terdapat 26 tempat jual kelapa muda. Dua lapak milik non Papua, selebihnya dikelola orang asli Papua.

Mama ini suaminya orang Papua, sehingga berhak menjual es kelapa muda di sini.

Denis Tabuni (tengah), pengunjung lapak kelapa muda di Skyline, Selasa (29/10/2019) berpose dengan mahasiswa STIKOM yang sedang magang di suarapapua.com, usai praktik wawancara dengan mama penjual kelapa muda. (Akeni Balingga)

Usahanya tanpa pinjaman modal dari siapapun. Beberapa temannya pinjam ke koperasi, tetapi sekarang tak perlu lagi.

“Dulu boleh, sekarang sudah ada modal sendiri, jadi bisa usaha sendiri. Kami bangun tempat jualan dengan biaya sendiri,” imbuhnya.

Mereka menyewa tanah tempat jual ini sebesar Rp150.000 per bulan.

Denis Tabuni, salah satu pengunjung di lapak kelapa muda, mengaku sangat senang karena bisa melepaskan lelah usai menikmati es kelapa muda di alam terbuka.

“Pada saat terik matahari, saya sering ke sini untuk menikmati es kelapa muda dan keindahan alam. Di sini tempatnya sejuk untuk duduk sejenak,” ucapnya.

Pewarta: Akeni Balingga, Agustinus Yumai, Aron Pahabol
Editor: Markus You