Harga Rokok Naik, Pemadat Tetap Beli

0
67

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Dalam sepekan terakhir harga rokok di beberapa toko dan kios di kota Jayapura, Papua, naik drastis. Meroketnya harga baru di pasaran ternyata tak berdampak bagi para penikmat tembakau.

Petugas di salah satu Supermarket “S” yang terletak di Waena mengaku menaikan harga rokok sejak beberapa hari lalu setelah ada informasi mengenai keputusan pemerintah pusat.

“Harganya naik, tetapi tidak semua merk rokok dan naiknya secara bertahap,” kata JP saat diwawancarai tiga mahasiswa magang Stikom Muhammadiyah Jayapura, Selasa (29/10/2019) pekan lalu di Waena.

JP mengatakan, keputusan pemerintah pusat tentang harga rokok sejak Jumat 4 Oktober 2019.

- Iklan -

Ia menyadari dampak dari kebijakan tersebut, terutama berkurangnya jumlah pembeli.

“Setelah pemerintah putuskan untuk menaikkan harga rokok, kami sempat pikirkan kemungkinan tidak akan laku semua rokok yang kami jual di sini. Tetapi dalam waktu yang singkat, rokok cepat laku,” tuturnya.

Tiga toko lain yang sempat dikunjungi tiga mahasiswa magang di suarapapua.com, para pelayan enggan berkomentar karena harus mendapat izin atau petunjuk dari pimpinannya.

Salah satu penjual rokok di sebuah kios membenarkan adanya kenaikkan harga rokok.

Nikolaus Edowai di Abepura. (Daud Pigai)

Nikolaus Edowai, salah satu penikmat rokok di Kota Jayapura, mengatakan, meski harganya naik, tetap akan beli karena sulit lepaskan rokok.

“Pasti kami beli, biarpun harganya mahal,” katanya saat ditemui di Abepura.

Ia mengaku setiap hari keluarkan Rp50.000 bahkan Rp100.000 untuk membeli sejumlah bungkus rokok.

“Dalam satu hari saya habiskan rokok satu sampai dua bungkus. Kalau dengan teman-teman pasti empat atau lima bungkus,” kata Niko.

Edowai berpendapat, kalaupun pemerintah berlakukan harga baru, bagi penikmat agak sulit untuk tanggalkan kebiasaan merokok.

“Kalau sudah pemadat itu sangat susah untuk lepaskan, jadi mungkin butuh waktu untuk berhenti merokok,” ujarnya.

Pewarta: Daud Pigai, Agustinus Walilo, Hesanus Balingga
Editor: Markus You

Print Friendly, PDF & Email