Sekolah Yegeka Paniai Aktifkan KBM di Rumah Warga

0
66

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Meski belum ada sekolah darurat pascakebakaran dua pekan lalu, pihak pengelola PAUD, TK dan SD Yegeka, Paniai, memastikan mulai hari ini, Senin (4/11/2019), mengaktifkan kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti biasa.

Hal ini dikatakan Nurdianto, kepala SD Yegeka, ketika ditemui suarapapua.com, Jumat (1/11/2019) di Enarotali, setelah pihaknya mendapat tempat belajar sementara.

Menurut dia, dua tempat yang siap digunakan untuk jalankan KBM yaitu di salah satu rumah warga setempat dan di gedung kantor balai pertemuan kampung Ugibutu.

“Sejak sekolah terbakar (22/10/2019), kami selalu cari-cari tempat belajar sementara. Dan puji Tuhan sekarang sudah ada dua tempat. Satu rumah milik masyarakat di sini dan satunya di balai kampung Ugibutu. Jadi, mulai Senin (4/11/2019), KBM akan dilaksanakan seperti biasa,” tuturnya.

- Iklan -

Untuk rumah warga, kata dia, akan digunakan murid PAUD-TK, sedangkan siswa SD di kantor balai kampung Ugibutu.

“Kami akan tempati dua tempat ini sambil bangun sekolah darurat di halaman sekolah yang terbakar. Kalau sudah jadi nanti, kami pindah langsung.”

Nurdianto mengemukakan, dalam kondisi sekarang, solusi itu diambil mengingat pendidikan untuk usia PAUD sampai SD sangatlah penting.

“Dua minggu lebih anak-anak kami tidak belajar. Ini kami rasa sangat tidak boleh. Apalagi di usia emas seperti ini. Mereka harus dididik serius dan berkesinambungan,” ujarnya.

Selain itu, ia beralasan, pendidikan adalah hal yang tak bisa ditunda dengan alasan apapun seperti bencana kebakaran yang telah menimpa pihaknya.

Untuk fasilitas, pihaknya telah siapkan kursi, meja, buku pelajaran, spidol dan white board. “Semua kami beli pakai uang sekolah. Tidak ada dari pihak manapun, termasuk Pemda Paniai,” imbuh Nurdianto.

Hanok Herison Pigai, direktur Yapkema selaku pengelola tiga sekolah tersebut, mengatakan, beberapa hari tak ada KBM karena terkendala dengan tempat belajar.

“Sebenarnya satu-dua hari setelah gedung sekolah terbakar, guru-guru kami mau lanjut mengajar. Tetapi tertunda karena tidak ada tempat belajar. Sekarang sudah ada, sehingga anak-anak aktif belajar lagi.”

Sambil harus memperjuangkan tempat belajar yang representatif, ia merasa bersyukur karena ada solusi jangka pendek. “Saya sampaikan terima kasih kepada masyarakat yang pinjamkan gedung,” ucap Pigai.

Yohanes Kobepa, salah satu orang tua murid TK Yegeka, mewakili orang tua murid lainnya, mengaku senang anak-anak mereka akan kembali belajar seperti biasa.

“Guru anak-anak kami luar biasa, mereka mau tetap mengajar dalam kondisi apapun. Tuhan berkati pekerjaan dan keluarga mereka,” ucapnya.

Niat untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain batal karena pihak pengelola bersama guru telah mendapat tempat belajar darurat.

Untuk diketahui, total murid dari PAUD sampai SD sebanyak 153 anak. Guru yang mengabdi di sekolah satu atap itu 6 orang. SD sendiri baru sampai kelas tiga.

Pewarta: Stevanus Yogi
Editor: Markus You

Print Friendly, PDF & Email