Apeniel Ezra Sani, Anggota DPR Papua Termuda dari Intan Jaya

0
70
Apeniel Ezra Sani, anggota DRD Papua termuda periode 2019-2024. (Arnold Belau - SP)

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Namanya Apeniel Ezra Sani. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua termuda periode 2019-2024 dari Daerah Pemilihan III yang terpilih dan telah dilantik pada 31 Oktober 2019 bersama 54 anggota DPRP lainnya.

Apeniel Ezra Sani terpilih sebagai anggota DPR Papua pada usia 28 tahun. Berikut profile singkatnya:

Lahir                                          : Sugapa, April 1991

TK Cenderawasih                        : 1997 – 1999

SD Agape Nabire                        : 1999 – 2004

SMP Kristen Anak Panah Nabire   : 2004 – 2007

SMA Kristen Anak Panah Nabire   : 2007 – 2010

Universitas Kriten Indonesia        : 2010 – 2015

Anggota DPR Papua                     : Periode 2019 – 2024

Teman, rekan, sahabat dan orang-orang dekatnya memanggil Apen. Begitu ia akrap disapa.

Pada Pileg 2019, dengan moto “Kami Melangkah, Tuhan dan Alam Semesta Mendukung”, ia memberanikan diri untuk maju dan mencalonkan diri sebagai anggota DPR Papua periode 2019 – 2024.

Apen sadar bahwa caleg yang maju pada Pileg 2019 adalah orang-orang yang telah berpengalaman dalam dunia politik di Tanah Papua. Saat mencalonkan diri, ia melihat sebagian besar diisi oleh orang-orang yang sudah pernah dan masih aktif menjabat sebagai anggota DPRD.

Ia tak keder sedikitpun dengan tampilnya para kontestan berpengalaman. Apen nyatakan sikap siap menghadapi tantangan di dunia politik. Ia satu dari anak muda yang memberanikan diri untuk mencoba maju sebagai calon anggota DPR Papua di antara mereka yang berpengalaman itu.

Sejak masa sekolah, Apen tidak pernah punya mimpi untuk menjadi politisi. Namun, dengan berjalannya waktu, ia memutuskan untuk masuk ke dunia politik sejak beberapa tahun kemarin. Terutama ketika menjelang Pilkada serentak. Dan ia mengambil keputusan berani untuk maju sebagai calon anggota DPR Papua pada 2018 lalu.

Semuanya serba baru. Tidak punya gambaran, tidak punya peta politik yang matang dan tidak punya uang yang cukup untuk bertarung. Sebab sudah jadi rahasia umum, bahwa siapa yang punya uang banyak, ia bisa membeli suara. Berapa pun jumlahnya di negara ini. Kendatipun demikian, ia tetap punya tekat dan nekat untuk maju.

Apeniel Ezra Sani, anggota DRD Papua termuda periode 2019-2024. (Arnold Belau – SP)

Dengan modal nekat, dan menguatkan diri dengan moto di atas, Apen mencoba untuk mulai karirnya di dunia politik dengan partai Gerindra. Lalu mencalonkan diri dari Dapil III yang meliputi Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, dan Timika.

Pada akhirnya, setelah melalui pertarungan yang cukup berat, pada penetapan calon anggota DRP Papua terpilih periode 2019 – 2024, nama Apen ikut dibacakan.

Terharu, bangga dan syukur campur aduk seketika mendengara namanya dibacakan dalam SK Penetapan bakal calon legislatif terpilih DRP Papua saat itu.

Apen mengaku hanya mengucap syukur kepada Tuhan dengan namanya dibacakan sebagai salah satu anggota DPR Papua terpilih dari Dapil III. Artinya, Apen menjadi satu dari 10 anggota DPRP dari Dapil III.

Bagaimana tidak bangga, sebagian politisi lama yang ikut berkompetisi tidak kembali menduduki kursi panas tersebut tidak lolos. Ia bersyukur bisa mewakili anak-anak muda di wilayah Dapil III duduk dan melayani masyarakat dari lembaga rakyat, yakni DPR Papua.

Dan pada 31 Oktober 2019, Apen salah satu peserta dalam 55 Anggota DPR Papua yang dilantik untuk masa jabatan 2019 – 2019.

Apeniel bersama keempat saudaranya usai dilantik. (Arnold Belau – SP)

Apa target Apen setelah terpilih jadi Anggota DPRP?

Kepada Suara Papua, Apen mengungkapkan bahwa ia bersyukur kepada Tuhan. Karena atas dukungan Tuhan serta alam semesta, ia terpilih dan telah dilantik menjadi anggota DPRP.

“Saya adalah wakil rakyat yang diutus oleh masyarakat di Dapil III. Saya akan bekerja untuk masyarakat sesuai dengan tupoksi saya. Saya ingin dorong apa yang dibutuhkan masyarakat. Yakni infrastruktur. Selain itu, pendidikan dan kesehatan. Masalah krusial yang ada di Tanah Papua dan terlebih khusus di Dapil III,” katanya saat diwawancarai media ini beberapa saat setelah dilantik, Kamis (31/9/2019).

Kata Apen, masyarakat harus merasakan dan menikmati pembangunan di wilayah Meepago. Untuk itu, sebagai legislator Papua, ia bertekad untuk mendorong aspirasi masyarakat yang paling urgent dan dibutuhkan masyarakat.

“Saya bawa suara masyarakat di lembaga DPRP. Jadi, saya akan kerja sesuai dengan tupoksi saya. Saya akan berjuang semampu saya untuk gunakan pikiran yang Tuhan berikan agar bekerja. Saya tidak akan kerja hal-hal yang di luar tupoksi saya,” tuturnya.

Apen tak ingin disebut sebagai anggota DPRP dari Intan Jaya saja.

“Saya anggota DPRP dari Dapil III. Jadi, semua kebutuhan masyarakat menjadi perhatian saya,” kata Apen.

Untuk mendorong pembangunan di Dapil III, Apen ingin agar sepuluh anggota DPRP dari Dapil III bersatu, sehingga daerah Meepago menjadi fokus perhatian untuk mendorong pembangunan.

“Saya pikir kami perlu penyatuan, terutama kami yang dari Dapil III. Kami akan mencoba untuk satukan pikiran dan berpikir bersama untuk Meepago. Yang utama adalah Dapil III harus maju. Untuk mencapi kemajuan, harus ada pemikiran bersama. Karena daerah Meepago itu tanggungjawab kami. Kami harus bekerja untuk masyarakat di Meepago dari berbagai sisi,” ujarnya.

Harapan Keluarga

Kakanda Apen Sani, sebagai kakak dari Apen mengucap syukur kepada Tuhan karena salah satu anggota keluarganya mewakili Intan Jaya dan Meepago bisa terpilih untuk menjadi pelayan rakyat di kantor DPRP.

“Kami pesan dan berikan saran agar kerja sama dengan semua anggota DPRP Daerah Meepago untuk dukung pembangunan di Meepago. Termasuk pembangunan Papua yang dilakukan gubernur,” katanya.

Sebagai kakak dan keluarga, ia merasa penting untuk memberikan saran agar dalam melayani masyarakat bisa mengutamakan kepentingan masyarakat. Ia menyarankan agar Apen dan anggota DPRP dari Dapil III perjuangkan pembangunan.

“Manfaat Otsus belum dirasakan secara merata oleh masyarakat. Jadi, ini harus didorong. Secara khusus di Intan Jaya dan Meepago. Anak muda harus bangkit, bekerja dan membangun Papua,” pesannya untuk Apen.

Apeniel bersama dengan dua teman seperjuangannya usai dilantik sebagai anggota DPRP. (Arnold Belau – SP)

Buah dari Perjuangan

Mianus Yarinap, politisi muda dari Intan Jaya, sekaligus sahabat dari Apen mengungkapkan bahwa Apen terpilih sebagai anggota DPRP adalah buah dari perjuangan yang didasari dengan moto “Kami Melangkah, Tuhan dan Alam Semesta Mendukung”.

“Saya bersyukur. Karena dengan perjuangan kami bisa membuahkan hasil atas dukungan Tuhan dan Alam Semesta,” katanya.

Yarinap mengatakan, peran anak muda Papua saat ini penting. Baik di birokrasi maupun di politik, sebab keduanya punya peran yang sama. Dan jika dimaknai dengan baik, kedunya saling mengisi untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami merasa segala hal penting. Baik politik, birokrasi maupun bidang yang lain. Sehingga kami berani mencoba dan pelajari segala hal. Supaya apa yang kami kerjakan dan dorong dapat dirasakan masyarakat.”

Ia mengutarakan, politik sudah ada sejak dulu. Sehingga Mianus, Apen dan kawan-kawannya hanya ingin berani melangkah untuk mencoba tantangan.

“Itu yang jadi motivasi kami. Selain moto kami. Kami ingin coba masuk ke dunia birokrasi untuk bangun Tanah Papua. Karena jadi politisi harus bicara pembangunan. Jadi birokrat juga bicara pembangunan. Nah, kami sama-sama ingin mencoba hal-hal ini,” ucapnya.

Mianus Yarinap adalah ketua Partai Gerindra DPC kabupaten Intan Jaya. Selain Apen yang terpilih, ia mengaku ada dua orang juga yang terpilih sebagai anggota DPRD di Kabupaten Intan Jaya.

“Sekali lagi, ini karena kami tetap berpegang teguh pada moto kami, sehingga dengan persatuan kami maju dan Tuhan akan dukung, alam dan masyarakat dukung kami juga,” katanya.

Mianus membeberkan, pada pemilihan legislatif 2019, ia berhasil mendorong tiga orang untuk duduk sebagai wakil rakyat di lembaga DPR. Apen di provinsi dan dua orang di Kabupaten Intan Jaya.

“Semoga di daerah juga kami punya orang untuk bisa berbicara untuk kepentingan daerah dan masyarakat,” ujar Yarinap.

Mimpi yang Jadi Nyata

Henes Belau, rekan seperjuangan Apen dan Mianus selama di bangku sekolah, mengatakan, sebagai rekan seperjuangan mengucapkan syukur dan pujian kepada Tuhan.

Bagi Henes, Apen terpilih jadi Anggota DPRP sama seperti mimpi.

“Ini sesuatu yang kami pikir tidak mungkin, tetapi ini menjadi nyata. Ini terjadi karena Tuhan. Tanpa apa-apa kami tidak bisa, tapi ini hasil dari kekuatan doa dari semua pihak. Sekarang waktunya anak-anak muda. Kami dukung Apen dan semua anak-anak muda untuk memberikan yang terbaik untuk Tanah Papua,” tuturnya.

Pewarta: Arnold Belau

Print Friendly, PDF & Email