Ketua DPD Golkar Tambrauw Dituding Tak Taat Aturan

0
92

MANOKWARI, SUARAPAPUA.com — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar kabupaten Tambrauw, Papua, Barat, dituding menggunakan kapasitasnya menerbitkan keputusan baru untuk mempertahankan Cosmas Baru sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sementara dan mendukung Yeremias Sedik sebagai ketua DPRD terpilih sesuai hasil pleno DPP Golkar.

Frits Yokser, ketua aliansi peduli demokrasi kabupaten Tambrauw (APDKT), mengemukakan tudingan tersebut saat jumpa pers di asrama mahasiswa Tambrauw, Amban, Manokwari, Sabtu (9/11/2019) sore.

“Pertama Yeremias Sedik sudah mendapat SK yang ditandatangani langsung oleh ketua DPP Golkar, tetapi ketika sampai di daerah, ketua DPD Golkar menggunakan kapasitasnya membuat SK baru lagi untuk mengangkat Cosmas Baru sebagai ketua DPRD Tambrauw,” tuturnya.

20 anggota DPRD kabupaten Tambrauw periode 2019-2024 resmi dilantik, Senin (28/10/2019) di aula kantor Bappeda Tambrauw. Pelantikan dipimpin Masdoke, ketua Pengadilan Negeri Sorong.

- Iklan -

Frits menjelaskan, Cosmas Baru adalah ketua DPRD lama yang mencalonkan diri dari Golkar. Pada pemilihan legislatif tahun 2019, Yeremias Sidik meraih suara terbanyak. Tetapi dalam internal Golkar, terjadi intrik politik dan ketua DPP Golkar memilih Cosmas Baru ketimbang Yeremias Sedik.

Padahal, lanjut Frits, Yeremias Sidak yang seharusnya ditetapkan sebagai ketua DPRD kabupaten Tambrauw periode 2019-2024 karena meraup suara terbanyak dari calon legislatif lain.

“Memang pemenang pemilihan DPRD kali ini paling banyak dari Golkar, yaitu Yeremias Sedik 758 suara, Cosmas Baru 608 suara dan Amos Gifelen 303 suara. Secara aturan, Yeremias memenuhi semua kriteria partai. Kalau Cosmas Baru suaranya tidak banyak, tetapi dibuatkan SK itu sudah menyalahi aturan partai,” ujarnya.

Thomas Syufi, tokoh pemuda kabupaten Tambrauw, mengatakan, ketua DPD Golkar yang juga bupati Tambrauw menggunakan kapasitasnya mengabaikan suara rakyat dan menyalahi aturan partai Golkar.

“Menurut saya, kalau boleh, ketua DPD Golkar, Yeremias Sedik dan Cosmas Baru harus duduk sama-sama dan buka aturan partai, lalu lihat baik-baik aturannya. Itu cara untuk menyelesaikan persoalan di internal Golkar,” usulnya.

Ia menyatakan, jika aspirasi dan tuntutan tersebut tak ditanggapi, pendukung mengancam akan kumpulkan massa untuk menduduki kantor DPRD Tambrauw.

“Kami siap mobilisasi massa lebih besar lagi dan menduduki kantor DPRD,” tegas Syufi.

Dalam sebuah spanduk, APKT membeberkan enam point inti sebagai pernyataan sikap tegas kepada DPD Golkar Tambrauw yang disertai tanda tangan dukungannya.

Pertama, mendukung Yeremias Sedik sebagai ketua DPRD kabupaten Tambrauw berdasarkan hasil pengesahan DPP partai Golkar di Jakarta.

Kedua, meminta ketua DPD partai Golkar kabupaten Tambrauw untuk menghargai keputusan DPP partai Golkar berdasarkan pleno tertanggal 19 September 2019 yang memutuskan dan menetapkan Yeremias Sedik sebagai ketua DPRD kabupaten Tambrauw periode 2019-2024.

Ketiga, meminta Cosmas Baru untuk menghargai mekanisme yang berlaku di dalam internal partai Golkar.

Keempat, menolak dengan tegas adanya SK baru terkait penetapan ketua DPRD kabupaten Tambrauw yang tidak melalui prosedur dan mekanisme partai Golkar.

Kelima, menolak dengan tegas Cosmas Baru sebagai ketua DPRD kabupaten Tambrauw karena tidak sesuai dengan prosedur dan aturan KPU dan partai Golkar.

Terkait tudingan tersebut, hingga berita ini tayang, belum ada konfirmasi dari pengurus  maupun ketua DPD Golkar Tambrauw, Gabriel Asem.

Pewarta: SP-CR14

Editor: Markus You

Print Friendly, PDF & Email