Yeremias Sedik Layak Pimpin DPRD Tambrauw

0
89

KOTA SORONG, SUARAPAPUA.com — Mahasiswa Fef, Miyah, Sujak (Femisu) di Jayapura menolak surat pembatalan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya dengan nomor R-1182/GOLKAR/X/2019 dan mendukung rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat dengan nomor R-1154/GOLKAR/IX/2019 yang menetapkan Yeremias Sedik sebagai calon pimpinan DPRD kabupaten Tambrauw periode 2019-2024.

“Kami mahasiswa Femisu menyampaikan kepada Dewan Pimpinan Daerah Golkar provinsi Papua Barat agar menetapkan saudara Yeremias Sedik sebagai ketua DPRD kabupaten Tambrauw,” tegas Mato Momo, ketua Femisu, Jumat (8/11/2019).

20 anggota DPRD kabupaten Tambrauw periode 2019-2024 resmi dilantik, Senin (28/10/2019) di aula kantor Bappeda Tambrauw. Pelantikan dipimpin Masdoke, ketua Pengadilan Negeri Sorong.

Dibeberkan dalam press release yang diterima suarapapua.com, masyarakat Tambrauw menegaskan siapapun tak boleh intervensi kewenangan parpol berdasarkan perolehan suara.

- Iklan -

Terkait itu, Femisu menyarankan bupati Tambrauw menghargai setiap anak negeri yang tergabung dalam beberapa partai politik pemenang Pemilu 2019.

“Bupati kabupaten Tambrauw harus menjadi pembina politik yang bijak, terdidik, dan menjadi contoh bagi generasi muda Tambrauw, bukan dengan cara menyerang sesama kader parpol,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Mato, semua pihak wajib mendukung sepenuhnya pada partai pemenang dan perolehan suara terbanyak yang berhak menduduki kursi ketua, wakil ketua 1, dan wakil ketua 2, DPRD kabupaten Tambrauw.

“Kami menolak dengan tegas saudara Cosmas Baru, sebab semasanya sebagai pimpinan ketua DPRD kabupaten Tambrauw pengganti almarhum Gabriel Titit tidak dapat memberikan kontribusi bagi kabupaten Tambrauw dan dia kampanyekan Tambrauw itu milik orang Maybrat, sebab ketua DPRD, Bupati, Sekda adalah orang asli Maybrat, sehingga dengan tegas kami menolak,” ujar Mato.

Niko Momo, ketua umum mahasiswa Tambrauw di Jayapura, menyatakan, sesuai pleno KPU, ada tiga parpol berada di posisi atas. Urutan pertama partai Golkar, kedua Gerindra, ketiga Nasdem.

“Di partai Golkar yang mempunyai suara tertinggi adalah Yeremias Sedik, sehingga dengan tegas kami meminta kepada pimpinan Golkar pusat dan provinsi harus menetapkan Yeremias Sedik sebagai ketua DPRD,” ujarnya.

Sebagai bagian dari masyarakat Tambrauw, mahasiswa juga menghendaki agar tak boleh ada yang korban dari kepentingan politik kelompok tertentu.

“Rakyat jangan jadi korban dari elit politik. Hak politik anak asli Tambrauw harus ditegakan, artinya Yeremias Sedik sebagai anak asli Tambrauw, sangat layak. Bupati hanya sebagai pembina politik dan orang tua bagi generasi Tambrauw,” kata Eko Baru, anggota ikatan mahasiswa Tambrauw di Jayapura.

Sementara, Lamek Songgereri, pemuda Mpur berharap agar penetapan pimpinan DPRD Tambrauw berdasarkan perolehan suara terbanyak dan hasil pleno, yakni dari Golkar.

“Secara aturan, Yeremias Sedik ketua dan posisi wakil ketua DPRD Tambrauw dari partai pemenang kedua yaitu Paulus Ajambuani,” kata Lamek.

Pewarta: SP-CR03
Editor: Markus You

Print Friendly, PDF & Email