Suara Papua Kembalikan Sembilan Mahasiswa Magang Stikom

0
82

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Sembilan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Muhammadiyah Jayapura mengakhiri rangkaian magang selama sebulan di kantor Redaksi Suara Papua.

Arnold Belau, pemimpin redaksi suarapapua.com, memimpin langsung proses pelepasan kembali sembilan mahasiswa magang, Jumat (15/11/2019) siang bertempat di ruang redaksi Suara Papua.

“Sesuai waktu yang ditentukan pihak kampus Stikom, sembilan mahasiswa ini sudah satu bulan bersama-sama kami di sini, dan hari ini mereka akan kembali ke kampus,” katanya.

Sembilan mahasiswa magang itu, Agustinus Yumai, Yulianus Yeimo, Aron Pahabol, Akeni Balingga, Daud Pigai, Apinus Tabuni, Agustinus Walilo, Ayub Lengka, dan Hesanus Balingga.

- Iklan -

Kepada pimpinan Stikom yang diwakili Hamim Mustofa, Arnold sampaikan terima kasih atas kepercayaannya kepada mahasiswa memilih Suara Papua sebagai tempat magang atau praktek kerja jurusan (PKJ).

“Terima kasih, pihak kampus Stikom telah mempercayakan mahasiswanya melakukan kegiatan magang selama sebulan di Kantor Redaksi Suara Papua,” ucap Belau didamping redaktur dan wartawan di ruang redaksi.

Baginya, ini satu hal yang patut diapresiasi. “Sebab, mahasiswa melakukan magang di Redaksi Suara Papua baru pertama kali sejak didirikan delapan tahun lalu, dan ini dalam jumlah yang cukup banyak,” kata Belau.

Ia tak lupa sampaikan permohonan maaf jika ada hal yang kurang memuaskan bagi mahasiswa magang. Tentu sebagai manusia biasa, ada kekurangan, juga kesalahan, selama program PKJ berlangsung.

Hamim Mustofa, ketua program studi Ilmu Komunikasi Stikom Muhammadiyah Jayapura, menyampaikan terima kasih kepada pemred dan staf redaksi suarapapua.com menerima mahasiswanya magang.

“Mahasiswa semester tujuh melakukan PKJ di berbagai media massa yang ada di Jayapura. Nanti semester depan mereka akan turun praktik kerja nyata (PKN). Jadi, praktiknya dua kali,” jelasnya.

PKJ menurutnya kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal dari dekat kerja-kerja jurnalis setelah mendapat teori jurnalistik, fotografi, dan lainnya di kampus.

Mustofa akui ada perubahan kurikulum. Perubahan juga katanya terjadi di tingkat struktur pimpinan kampus.

“Ini kurikulum baru. Tujuan magang yaitu meningkatkan keahlian mahasiswa setelah  mengikuti praktik langsung di tempat mereka magang,” kata Hamim.

“Setelah teori, mereka praktik supaya mendapat pengalaman. Harapan kami, mahasiswa yang konsentrasi Jurnalistik supaya bisa menjadi wartawan yang baik, begitupun Public Relations bisa punya bekal sebagai humas saat kerja nanti. Terus, yang Broadcasting juga bisa menjadi penyiar yang baik,” lanjutnya.

Mustofa akui mahasiswanya menerima materi di kampus, tetapi kurang praktik. “Maka, pada tahun 2019 ini kami mulai dengan program magang untuk mahasiswa semua jurusan. Tentu tantangannya pun lebih banyak di lapangan, sehingga mereka memang siap secara mental maupun kemampuan,” bebernya.

Dengan PKJ, ia berharap, ada pengalaman yang kemudian memacu spirit mereka mengejar cita-cita kelak.

“Kiranya praktek ini memberi mereka semangat untuk belajar sekaligus motivasi tersendiri bagi mahasiswa magang. Tentu juga sebagai persiapan PKN nanti dan itu bisa dijadikan modal dalam menghadapi dunia kerja,” kata Mustofa.

Hesanus Balingga mewakili delapan mahasiswa magang menyampaikan terima kasih karena suarapapua.com telah menerima dan mendampingi setiap hari.

“Kami sembilan mahasiwa magang di kantor Suara Papua mengucapkan banyak terima kasih kepada pimpinan redaksi bersama jajarannya, karena sangat besar manfaatnya bagi kami,” ucapnya.

Menurut Balingga, sesi praktik di lapangan sangat menantang karena hal baru yang harus dilaluinya.

“Selama magang di sini, kami mendapat banyak hal dari pemimpin redaksi dan para redaktur. Selain teori, kami dibimbing untuk praktik langsung, bagaimana cara meliput berita, teknik wawancara dengan narasumber sebagai salah satu cara mendapatkan bahan berita, juga praktik potret foto jurnalistik, selain secara rutin evaluasi kembali hasil praktik kami,” tuturnya.

Seperti Hesanus dan teman lainnya, Daud Pigai juga senada.

Baginya, banyak hal baru didapat dari tempat magang. Teori dari kampus diperkuat dengan pengantar praksis juga cerita sejumlah pengalaman dari pendamping lapangan. Ditambah praktik langsung.

“Ini sangat bermanfaat bagi saya, juga teman-teman lain, setelah kami magang selama satu bulan di sini,” ucap Pigai.

Ungkapan hati sembilan mahasiswa magang disampaikan sebelum makan bersama pada sore hari menandai “perpisahan” penuh keakraban.

Pewarta: SP-CR01
Editor: Markus You

Print Friendly, PDF & Email