Orang Tua Murid Kecewa Macetnya KBM di Yahukimo

0
71

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Banyak pihak menyesalkan macetnya kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tingkat dasar hingga menengah yang ada di ibukota kabupaten Yahukimo, Papua, sejak Agustus 2019 lalu.

Yoren Pahabol, salah satu orang tua siswa bahkan mengaku sedih melihat anaknya tak lagi belajar seperti biasanya.

“Terus terang saya merasa sedih sekali dengan situasi pendidikan yang saat ini terjadi di daerah ini (Kabupaten Yahukimo, Red.). Sebagai orang tua, saya merasa sangat rugi anak saya tidak belajar,” katanya kepada suarapapua.com, melalui pesan elektronik, Senin (18/11/2019) pagi.

Pahabol menyatakan pendidikan sangat penting untuk masa depan anak-anak Yahukimo. Menurutnya, dengan pendidikan yang baik akan menghasilkan generasi berkualitas. Karena itu, ia berpesan agar proses KBM harus dijalankan seperti sebelumnya.

- Iklan -

“Tidak boleh ada yang menghambat masa depan anak-anak kami. Saya mau pesan kepada pemerintah daerah agar segera menyikapi hal ini,” ujarnya.

Sementara, Esau Miram, Anggota DPRD kabupaten Yahukimo, dikutip ceposonline.com mengatakan, lumpuhnya pendidikan di Yahukimo lantaran pemerintah daerah belum memberikan jaminan keamanan bagi para siswa dan guru-guru.

“Ini tidak boleh dibiarkan, guru-guru dan siswa-siswi harus diberikan jaminan keamanan,” kata Esau.

Sekretaris Komisi C bidang Pendidikan dan Kesehatan ini menghendaki para guru, pemerintah daerah dan DPRD harus duduk bersama untuk mencari solusi terhadap kondisi pendidikan di wilayah Yahukimo.

“Ini masalah pendidikan, semua masyarakat perlu mendapatkan pendidikan, sehingga jaminan keamanan itu perlu ada,” kata Miram.

Pewarta: Ruland Kabak
Editor: Markus You

Print Friendly, PDF & Email