Pekan Nusantara ala SD Inpres Lentera Harapan  

0
66

SENTANI, SUARAPAPUA.com —  Demi Meningkatkan Kekerabatan Antara Suku-suku di seluruh Indonesia, SD Inpres Lentera Harapan, Kampung Harapan, Sentani Timur, Kab. Jayapura gelar acara pekan Nusantara. 

Kepala Sekolah SD Impres Lentera Harapan, Suhartini Hidayat menjelaskan acara Pekan Nusantara merupakan acara tahunan SD Inpres Harapan dan merupakan gabungan dari hari sumpah  pemuda  28 Oktober dan hari pahlawan 10 November.

“Tahun ini kami angkat tema Indonesia di Tangan Tuhan. Artinya, sebagai umat beriman, kami mau menyatakan bahwa  warga Indonesia beragama,  percaya bahwa tanpa Tuhan kami tidak akan pernah bersatu tetapi dengan kekuatan dari pada Tuhan kita bisa bersatu saling menghargai dan mengasihi satu sama lainnya,” jelasnya kepada suarapapua.com, Jumat (15/11/2019) lalu.

Ia menjelaskan, alasan dilakukan Pekan Nusantara adalah dengan tujuan mempersatukan berbagai macam suku yang ada di Indonesia.

- Iklan -

“Karena di sekolah ini ada berbagai macam suku seperti Toraja, Batak, Papua dan sebagainya,” jelasnya.

Ketua Panitia, Kesya Fransiska Habibie menambahkan, Pekan Nusantara di SD Inpres Lentera harapan adalah icon dari Sekolah Lentera Harapan.

“Ini adalah kegiatan tahunan yang dilakukan setiap tahun oleh sekolah SD Inpres Harapan tujuannya supaya anak-anak mengenal budaya indonesia yang beragam,” katanya.

Tahun 2019, kata dia, bentuk kegiatannya berbeda dari yang tahun sebelumnya karena tahun ini mengangkat tentang literasi.

“Kami berharap setiap tahunnya anak-anak mengetahui budaya yang lainnya jadi tidak sama dengan tahun sebelumnya,” jelasnya.

Kesya berharap, di tahun mendatang bisa dibuat kegiatan-kegiatan yang lebih menarik dan memperkenalkan pekan nusantara dengan kegiatan untuk sekolah-sekolah yang lain.

Peserta Pekan Nusantara adalah anak-anak sekolah dari  SD Lentera Harapan ada beberapa sekolah yang juga seperti SD Inpres Netar, SD YPK Ayapo, SD Asei Pulai, SD Inpres Kleaublouw dan  SD YPK Marten Luther Sentani.

Pewarta: SP-CR15

Editor: Arnold Belau

Print Friendly, PDF & Email