CPA Hirosi Mulai Sosialisasi Program Sagu Masuk Sekolah

0
88

SENTANI, SUARAPAPUA.com— Club Pecinta Alam (CPA) Hirosi Melakukan Sosialisasi Program Sagu Masuk Sekolah kepada SD Inpres Abeale 2 Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.   

Marshall Suebu, Ketua Club Pencinta Alam (CPA) Hirosi,  sebagai Penggagas Program Sagu Masuk Sekolah menjelaskan kita coba memulai dari tingkat dasar yaitu taman kanak-kanak atau Paud.

“Mungkin sagu masuk sekolah ini lebih berbentuk kepada pemberian makanan berbahan dasar sagu ada yang sebut makan tambahan, tetapi ada juga beberapa komentar dari senior kami di Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk tidak menggunakan bahasa makanan tambahan tetapi makanan utama,” jelasnya kepada suarapapua.com usai kegiatan sosialisasi sagu masuk sekolah, di SD Inpres Abeala 2 Sentani, kamis (28/11/2019).

Ia mengatakan, sekolah memutuskan untuk ada hari sagu di sekolah tersebut. Ia mencotohkan, seperti TK Ria Pembangunan yang menetapkan hari setiap selasa dijadikan hari sagu atau hari dimana dalam proses belajar mengajar dengan tema sagu.

“Kita berharap ketika sagu itu sudah berada di sekolah sagu dikenal, dipahami, dan dimengerti oleh anak-anak karena sagu tidak cuma bisa dijadikan papeda, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Seperti beras, mi, dan aneka Kuliner (kue-Kue) olahan yang terbuat dari sagu,” ujar Marshall.

Untuk tingkat sekolah dasar,  Marshall mengatakan selain diharapkan mencintai sagu, peserta didik juga menetapkan tim sagu dari sekolah yang terdiri dari sepuluh siswa dan  sepuluh siswi  serta dua orang guru pembina.

“Mereka juga akan punya hari sagu dan hari sagu yang  mereka sepakati adalah hari kamis untuk SD Abeale 2 sentani,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Abeale 2 Sentani, Marlien Suebu mengatakan pohon Sagu yang diciptakan Tuhan sangat luar biasa.

“Untuk itu setiap hari kamis kita akan jadikan hari sagu untuk SD Abeale 2 sentani,” ungkapnya.

Kata dia, Sagu mempunyai fungsi banyak, daunya bisa dijadikan atap rumah, ada juga batang atau fena untuk dinding rumah, lantai dari pohon sagu yang di sebut raikele dan sebagainya.

“Untuk itu kami akan bekerja sama kedepan untuk membuat kerjanjinan dan hasil karya dari bahan dasar Sagu,” katanya.

Siswa/i yang mengikuti kegiatan ini adalah siswa/i kelas enam A, B dan C berjumlah 90 dan semua dewan guru.

Pewarta: SP-CR15

Editor: Arnold Belau