Gerson Hassor Usulkan PapuansPhoto Bikin Pameran Setiap Tahun

0
99

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Menghadiri undangan untuk menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan Pameran Photo dari Komunitas  PapuansPhoto di Jembatan Merah Hamadi Jayapura, Sabtu (29/11/2019), Gerson Hassor Kepala suku Hassor mengatakan, tahun depan harus melakukan pameran lagi.

“Kalau kita melihat berdirinya sejarah kabupaten ini, kabupaten ini lahir oleh seniman. Sehingga seniman seperti pameran photo, melukis, musik dan lainnya harus dilestarikan dan ditampilkan,” kata Gerson dalam penyampaian sambutan.

Katanya, sebelum gelar PON 2020, harus dilakukan pameran seni musik, tari, foto, melukis dan seni lainnya. Sehingga pengunjung dan peserta PON dapat melihat lebih dekat keunikan Papua.

“Supaya semua orang yang datang lihat. Kalau bisa kita minta pemerintah satu hari saja untuk melakukan  pameran di atas jembatan ini,” katanya.

Gerson mengatakan, ia akan meminta ijin kepada pemerintah daerah Kota Jayapura untuk melakukan pameran di atas jembatan merah.

Sementara itu, Whens Tebay ketua komunitas PauansPhoto mengatakan, masih bermimpi untuk melakukan event besar. Menurutnya, pameran yang pertama berhasil dilakukan dengan kekompakan komunitas, dan banyak yang memberikan motivasi.

“Ini awal selanjutnya kami menampilkan. Kami bermimpi untuk bikin yang besar lagi,” katanya.

Selain itu, Ronny Beratubui, anggota PapuansPhoto yang bergerak pada video Maker mengaku, keluarganya belum mengetahui apa yang dikerjakannya selama ini. Namun, setelah digelar pameran, keluarganya mengetahui aktifitas sehari-harinya.

“Hari ini saya punya air mata turun karena selama saya kuliah sampai dengan saat ini keluarga dan anak istri saya tidak pernah tahu. Keluarga saya pikir saya tidak tau foto. Sekarang setelah mereka datang lihat pameran baru mereka heran. Ini kebanggaan saya,” katanya dengan nada terharu.

Ditambahkan, komunitas PapuansPhoto berjalan tidak sama dengan fotografi lainnya di Papua, selama saat melakukan aktivitas hanya dengan alat kamera yang sederhana tetapi bisa membuktikan bahwa anak-anak Papua bisa menghasilkan karya seni yang indah dan luar biasa.

Pewarta: Ardi Bayage

Editor: Arnold Belau