Peringati Hari Papua Merdeka, 10 Orang Ditangkap di Ternate

1
90

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Memperingati hari Kemerdekaan Bangsa West Papua dan mendesak untuk dibebaskannya tahanan politik (tapol), sepuluh aktivis mahasiswa ditangkap dan diamankan aparat kepolisian dari Polres Ternate.

Hal ini disampaikan Elly Haluk, Ketua Komite Mahasiswa Papua di Ternate kepada  suarapapua.com saat dihubungi via telepon genggam pada Senin (2/12/2019).

Kata Haluk, aksi dilakukan aktivis yang tergabung Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Komunitas Mahasiswa Papua (KMP) di Ternate.

“Aksi ini untuk memperingati Kemerdekaan Bangsa West Papua 1 Desember 1961 dan mendesak untuk dibebaskannya tahanan politik (tapol),” kata Haluk.

Ia menuturkan, aksi mulai jam 10.00 wit bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah (UMMU), Rutenya dari UMMU, Kampus B Mau kekampus A rencana mau di Universitas Khairun (Unkhair) tapi aksi mulai dari jam 10.00 Wit – Jam 11.00 Wit.

Ia menceritakan, saat aksi baru dimulai dalam memperingati hari kemerdakaan Papua Barat, aparat gabungan dari TNI-Polri melakukan tindakan represif (Menindas) kepada kami, kedatangan aparat yang berjumlah puluhan itu, tanpa ada tindakan persuasif (membujuk secara halus), langsung menyuruh kami untuk bubar.

“Aksi belum berakhir mereka (intel/Aparat) membubarkan secara paksa dan dipukuli,” katanya.

Kawan-kawan yang menggelar aksi dipukul, ditendang, diinjak, hingga ada yang hidungnya berdarah dan baju mereka sobek-sobek. Yang ditangkap ada enam atau sepuluh kawan-kawan dan dibawah ke Polres Ternate,” kata Haluk.

Kronologis

Sekitar jam 8 pagi, seluruh kawan-kawan FRI-WP dan KMP berkumpul didepan kampus B Univ. Muhammadiyah Malut, dan menunggu kawan-kawan yang lain. Sudah ada sekelompok intel yang berkeliaran.

Hingga sekitar pukul 10.30 WIT, aksi mulai digelar. Kawan-kawan sedang berorasi dan menyanyikan lagu west Papua. Mereka membentangkan poster-poster tuntutan dan spanduk aksi.

Aksi berjalan sekitar 30 menit, pada sekitar pukul 11.00 WIT, tampak gabungan TNI-Polri beseragam lengkap datang bersama sejumlah intel berpakaian preman langsung merampas spanduk dan mulai merepresif kawan-kawan. Kawan-kawan dipukul, ditendang, diinjak, hingga ada yang hidungnya berdarah. Sebagian yang tidak sempat melarikan diri ditangkap dan diangkut ke Polres.

Menurut keterangan pihak Polres dari sejumlah rekan-rekan media, ada sekitar 10 orang kawan-kawan yang ditangkap. 5 diantaranya belum teridentifikasi nama-nama mereka. 5 orang yang sudah diketahui namanya yang sekarang berada di Polres diantaranya, Arbi (Fri-wp), Harun (Fri-wp), Yudi (Fri-wp), Aken (Fri-wp) dan Iqra (Fri-wp).

Sementara itu, Kapolresta Ternate, AKBP Azhari Juanda saat dikonfrimasi kabarmalut.co.id membenarkan bahwa ada pembubaran paksa aksi yang dilakukan sejumlah pemuda dan pemudi di Kota Ternate, Maluku Utara.

“Memang betul tadi ada gerakan sekelompok organisasi yang melakukan aksi unjuk rasa di depan kampus B UMMU Ternate, dengan tuntutan aksi bela Kemerdekaan Papua, namun dibubarkan paksa oleh anggota yang berada di lapangan,” katanya pada Senin (2/12/2019) kemarin.

Azhari mengaku sekelompok pemuda yang tergabung dalam beberapa organisasi ini melakukan aksi tuntut Papua Merdeka. Aksi belum berlangsung langsung dibubarkan paksa oleh TNI dan Polri yang berada di lapangan.

“Mereka melakukan aksi tanpa ada pemberitahuan kepada pihak Polri dan itu melanggar UUD tentang penyampaian pendapat di muka umum,” katanya.

Pewarta: SP-CR15

Editor: Arnold Belau