Aktivis Perempuan: Tak Ada Kampung Fiktif di Tambrauw

0
91

TAMBRAUW, SUARAPAPUA.com— Rosa Yewen, aktivis Perempuan dari Kab. Tambrauw menegaskan, tidak ada kampung fiktif di kabuapten tersebut dan pernyataan tersebut membantah rumor tentang adanya kampung fiktif di Tambrauw.  

“Isu tentang kampung fiktif yang saat lagi hangat beredar di media tidak benar. Itu hanya isu saja,” kata Yewen saat di temui media ini  (3/12/2019) lalu.

Kata dia, memang betul hari ini banyak kampung yang tidak ada penduduk dan pembangunan seperti rumah yang sudah dipenuhi rumput, tetapi tidak bisa dikategori sebagi kampung tanpa data yang akurat.

“Untuk membuktikan bahwa ada data fiktif, harus dibuktikan dengan data dan fakta yang akurat,” tegasnya.

Menurut Rosa, saat ini pemerintah hanya dengan pembangunan yang tidak menyentuh masyrakat, hal ini membuat sebagian masyrakat Tambrauw memilih untuk tinggal di Sorong dan Manokwari.

“Karena alasan ekonomi, pemdidikan, dan juga kesehatan serta banyak pembangunan tidak menyentuh masyarakat,” ujarnya.

Kata dia, jika hari masyarakat dipaksakan untuk pulang dan tinggal di kampung, sementara di kampung saja belum ada kepastian tentang perputaran uang, kalau hal itu terjadi nantinya siapa yang akan memenuhi kebutuhan mereka.

“Perputaran uang di kampung saja belum jelas. Roda perekonomian masyarakat ini yang harus dibenahi,” tambah Rosa.

Sementara itu, Yusan Mayor, seorang warga di Tambrauw menjelaskan, masyarakat tambrauw hari sangat merasakan maafat dari dana kampung, karena ini salah satu program pemerintah yang bisa dikatakan sangat berhasil menyentuh masyarakat.

“Masyrakat sangat merasakan dana kampung. Pemerintah jangan hanya bicara di atas tanpa turun langsung ke kampung-kampung untuk memastikan, apakah betul atau tidak adanya kampung fiktif, dari yang saya lihat tambrauw ini tidak ada kampung fiktif yang ada kampung tanpa penduduk,” katanya.

Ia mengatakan, jJika pemerintah inginkan masyarakat untuk kembali pemerintah memberikan perlu memberikan solusi untuk mengatasi masalah perekonomian mereka.

“Misalkan adanya subsidi untuk mereka dari pemeritah,” katanya.

Pewarta: CR-SP12

Editor: Arnold Belau