Pemkab Jayawijaya Serius Tangani Stunting

0
69

WAMENA, SUSARAPAPUA.com – Bupati Kabupaten Jayawijaya, John R Banua bersama wakilnya, Marthin Yogobi meresmikan puskesmas Yalengga dan serahkan dana untuk membiayai stunting  dalam kunjungan kerja ke distrik tersebut pada Rabu (3/12/2019) lalu.

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Bupati Banua menjelaskan, pemkab Jayawijaya sedang berupaya dan serius untuk menurunkan stunting.

“Karena itu kebutuhan untuk mama yang hamil maupun anak – anak bayi dari usia 0-15 tahun. Saya berharap kita bisa lakukan hal yang sama di 40 distrik lain,” jelasnya.

Kata dia, pemkab instruksikan kepada seluruh kepala kampung di semua distrik agar menggunakan dana stunting dengan baik.

“Saya kira ini sudah ada aturannya dari presiden. Kami sebagai bupati dan wakil bupati sudah tindaklanjuti,” katanya.

Ia berharap dengan adanya dana tersebut digunakan untuk menambah makanan bergizi untuk ibu hamil  dan balita.

“Ini yang harus diutamakan. Saya minta semua mama-mama di sini bisa bekerja sama dengan puskesmas untuk mendapatkan makanan tambahan, periksa kehamilan dan timbang bayi,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan dalam upaya menurunkan stunting, ada tahapan yang harus dilalui selain memberikan asupan gizi agar dapat mengetahui  gizi yang baik.

Bupati Banua merespon positif keluhan masyarakat tentang air bersih. Ia mengatakan pada 2020 pihaknya akan menjawab keluhan masyarakat.

“Karena air bersih ini penting, maka saya minta dinas PU Untuk seriusi di Yalengga dulu supaya tahun berikut bisa fokus ke puskesmas yang lain. Pemerintah sudah sediakan anggaran untuk air bersih di tahun 2020,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya dr. Willy Mambieuw mengatakan, tahun 2019  pihaknya memiliki sembilan lokus untuk stunting dan 2020 akan bertambah lagi.

“Tahun depan akan bertambah sekitar  40 –an untuk totalnya,” jelas Willy.

Kata dia, targetnya pada 2020 nanti  40 distrik sekabupaten jayawijaya sudah harus menjalankan program stunting.

“Kita  harapkan semua distrik terlaksana pada tahun 2020,” harapnya.

Pewarta: SP-CR13

Editor: Arnold Belau