TPNPB dan Aparat Gabungan Baku Tembak di Nggamagae, Distrik Sugapa

0
2194

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Dikabarkan aparat gabungan TNI/Polri dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) telah baku tembak sekitar pukul 02.00 pagi waktu Papua dini hari di kampung Nggamagae, desa Yoparu, distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya.

Nggamagae adalah salah satu kampung di Desa Yoparu. Selain Nggamagae ada beberapa kampung terdekat antara lain Iguwagi Tapa, Bulapa dan Galunggama. Bulapa ada tempat yang sebelumnya pada 17 Desember lalu baku tembak terjadi antara aparat gabungan dengan TNI/Polri.

Salah satu masyarakat yang lari dari Nggamagae saat terjadi kontak tembak tadi malam kepada Suara Papua melaporkan, pada Minggu (22/12/2019), sekitar pukul 02 pagi dini hari aparat mendatangi salah satu dari lima buah rumah yang diduga ditempati anggota TPNPB.

Baca Juga:  Satu Anggota TNI AL Diduga Tembak Diri di Markas Lantamal XIV Sorong

Ia menceritakan, saat itu awalnya tiga anggota gabungan tiba di halaman rumah dan ucapkan, ‘permisi, selamat malam bapa-bapa, selamat malam‘aita’[bapak dalam Bahasa Migani]. Setelah itu dari pihak anggota TPNPB senter ke arah aparat dan sebaliknya dari aparat senter ke pihak anggota TPNPB.

Setelah itu, anggota TPNPB yang tadinya menempati kelima rumah baku tembak dengan aparat. Sedangkan, masyarakat sipil, sebagian lari selamatkan diri.

ads

“Ada korban. Saya baru kembali dari Nggamagae. Saya ada di salah satu rumah yang aparat datang. Karena terjadi baku tembak saya lari juga. Untuk saat ini saya data dulu korban di pihak masyarakat yang jatuh dan luka-luka. Tidak ada yang kena luka tembak di pihak masyarakat. Semua luka-luka karena jatuh saja. Saya akan laporkan setelah data sudah selesai dibuat,” ungkapnya kepada suarapapua.com dari Galunggama, Yoparu, Sugapa, Intan Jaya.

Baca Juga:  POHR Desak TNI Ungkap Proses Hukum Kasus Penganiayaan Moses Yewen

Ia juga melaporkan bahwa tidak ada ibadah hari minggu yang digelar di beberapa gereja yang ada di Desa Yoparu seperti Nggamagae, Bulapa, Iguwagi Tapa dan Galunggama.

“Untuk hari minggu ini tidak ada ibadah di semua gereja yang ada di sini [Galunggama, Iguwagi Tapa, Nggamagae dan Bulapa],” katanya.

Aparat yang malam mendatangi kampung Nggamagae, kata dia, telah kembali ke Sugapa. Terakhir, aparat yang kembali ke Sugapa terlihat sekitar pukul 11.00 siang ini.

Martinus Maisini, anggota DPRD Intan Jaya saat mengubungi Suara Papua dari Sugapa membenarkan informasi tersebut.

Baca Juga:  Masyarakat Nduga Tertekan Konflik Berkepanjangan, Begini Saran Anggota DPRP

“Benar ada baku tembak di Nggamagae. Tapi data korban belum terdata. Kami akan informasikan setelah ibadah dan mendata dengan baik kondisi yang terjadi sebenarnya,” ujarnya.

Ia juga membenarkan informasi tentang tidak ada aktivitas ibadah di beberapa gereja di Desa Yoparu, distrik Sugapa.

Suara Papua masih terus melakukan verifikasi data korban di pihak masyarakat jatuh dari tebing dan jurang saat lari selamatkan diri. Selain itu, Suar Papua juga sulit mendapatkan gambar berupa foto dari tempat kejadian karena jaringan telkomsel di Intan Jaya masih 2G dan hanya bisa telepon dan saling kirim pesan singkat [SMS].

Pewarta: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaMenanti Suara Kenabian Pimpinan Gereja untuk Orang Papua
Artikel berikutnyaIntan Jaya Belum Aman