Ko’Sapa dan KNPI Merauke Bekali 13 Aktivis GMKI Pengetahuan Jurnalistik

0
1245

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Komunitas Sastra Papua (Ko’Sapa) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) membekali materi jurnalistik kepada 13 aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang tersebar di Merauke. 

Koordinator Ko’Sapa, Hengky Yeimo mengatakan bahwa, dirinya membekali aktivis GMKI untuk melatih menulis sebagaimana sudah terskedul di komunitasnya.

“Saya membaginya dalama dua sesi pertama bagaimana mereka menulis opini. Dan saya bekali materi menulis berita pada sesi kedua,” katanya kepada media, Sabtu (28/12/2019).

Kata Yeimo, pelatihan ini diberikan kepada aktivis GMKI. Sebanyak 13 Aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Merauke yang hadir.

Baca Juga:  Masyarakat Adat di Provinsi PBD Harus Disejahterakan

“Kegiatan tersebut telah diselenggarakan pada Kamis 26 Desember 2019,” ungkapnya.

ads

Dalam pelatihan tersebut, Yeimo juga berpesan kepada aktivis GMKI bahwa, Semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap agar aktivis GMKI dapat mengawal aspirasi masyarakat termarjinalkan,” katanya.

Dia berharap agar materi yang disampaikan dapat diaplikasikan secara kontinyu, sebab jika hanya terima materi tanpa melakukan praktek itu mubasir.

Baca Juga:  Ribuan Data Pencaker Diserahkan, Pemprov PBD Pastikan Kuota OAP 80 Persen

“Saya juga berharap kepada aktivis GMKI agar terus membaca. Sebab melalui membaca kami dapat menulis dengan baik agar menambah wawasan dan perbendaharaan kata,” harap Yeimo.

Dalam kesempatannya, Yeimo juga  mengucapkan terima kasih kepada GMKI yang bersedia menghadiri kegiatan tersebut.

“Kami ucapkan terima kasih kepada karateker Ketua KNPI Merauke Benyamin Gurik, yang memfasilitasi kegiatan ini. Terimakasih juga kepada semua simpatisan, motivator kami,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Karateker KNPI Merauke, Benyamin Gurik mengatakan bahwa, menulis merupakan bagian dari melawan lupa.

Baca Juga:  Theys Adalah Pejuang, Pemindahan Makam Harus Mendapat Persetujuan Rakyat Papua

“Sehingga aktivis yang dibekali materi jurnalistik ini dapat diaplikasikan serta mengangkat persoalan-persoalan sosial yang ada di masyarakat asli Merauke, agar mengingatkan pemerintah untuk melakukan perubahan,” katanya.

Gurik menyampaikan banyak terima kasih kepada GMKI yang bersedia untuk dibekali materi jurnalistik.

“Saya juga mengapresiasi Ko’Sapa yang sudah bersedia menyelenggarakan kegiatan ini karena menulis ini sangat penting,” pungkasnya.

Pewarta: Yance Agapa 

Artikel sebelumnyaLari ke Hutan Karena Takut, Satu Warga Kampung Kulapa Meninggal
Artikel berikutnyaAktivitas Jual Beli di Pasar Pharaa Sentani Ramai