VIDEO: Rongga Antara Realitas Papua dan Pesan Natal Dalam Khotbah Seorang Imam Jesuit

0
2245
Pastor Managamtua Hery Berthus Simbolon SJ. (Screenshot dari video khotbah di Katedral Jakarta - Suara Papua)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Setiap Gereja Katedral di mana pun dalam pesta natal selalu menarik perhatian. Apalagi Gereja Katedral seperti Jakarta. Gereja Katedral Keuskupan Agung Jakarta. Pada perayaan misa natal tahun 2019 gereja Katedral Jakarta, sebanyak 300 anggota TNI – Polri dan 100 orang sekuriti dan kelompok swadaya yang menjaga agar perayaan berjalan dengan aman. Dimana perayaan natal sendiri dilakukan tiga kali.

Pada perayaan Natal ini didatangi gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama jajarannya dan memberikan sambutan. Kedatangan Anies tentu menjadi perhatian banyak orang, apalagi kedatangannya saat ibadah berjalan.

Yang menjadi perhatian Suara Papua adalah bukan kedatangan Anies baswedan. Bukan juga pernyataan Uskup Keuskupan Agus Jakarta, Kardinal Suharyo. Tetapi yang menjadi perhatian Suara Papua adalah Khotbah dari Pastor Managamtua Hery Berthus Simbolon SJ yang panjang Khotbanya 20 menit dalam malam natal sesi ke III pada pukul 22.00 WIT.

Baca Juga:  Tokoh Bangsa Minta Hentikan Siklus Kekerasan di Tanah Papua

Kenapa menjadi perhatian? Dalam Khotbah itu pesan natal yang disampaikan tidak sesuai dengan tema Natal tahun 2019 yaitu Menjadi Sahabat Bagi Semua Orang. Dalam Khotbah itu ia merendahkan budaya orang Papua dan generalisasi seluruh orang Papua dengan pengalaman yang hanya didapat, dilihat dan dialaminya selalam empat bulan di Nabire, kemudian dia ceritakan dalam Khotbah di hadapan lima ribuan umat yang hadir di dalam perayaan Natal tersebut.

Pastor ini dalam Khotbahnya mengatakan sudah berada di Nabire sejak pertengahan Agustus, namun dalam informasi muatasi dari Serikat Jesus Provinsi Indonesia, ia tercatat sejak September 2019 menjadi Anggota Staf SMA YPKK Adi Luhur, Nabire.

ads
Baca Juga:  Lima Wartawan Bocor Alus Raih Penghargaan Oktovianus Pogau

Di awal Khotbah, dia seperti orang kampung yang masuk kota dan heran melihat ada pejabat masuk dan duduk di dalam gereja. Adalah mantan menteri perhubungan Ignasius Jonnan. Dia menyapa seorang bekas pejabat saja yang luar dari biasa. Tetapi apa yang dia sampaikan kepada Jonan, bekas menteri perhubungan soal kereta api dari Papua ke Jakarta pun nampak mengada-ada.

Sebab, secara logika, tidak akan mungkin membangun rel kereta Api dari Papua ke Jakarta dan sebaliknya. Rencana pemerintah untuk bikin rel kereta api di Papua saja tidak pernah diwujudkan. Apalagi mimpi dan haparan kosong yang pastor Simolon sampaikan.

Baca Juga:  ULMWP: Haris dan Fatia Merupakan Simbol Orang Indonesia Terdidik!

Sangat tidak masuk akal mengada-ada soal kereta tanpa hambatan karena Jarak Surabaya – Sorong: 2.171,55 km, Jarak Surabaya – Nabire: 2.553,16 km, Jarak Jakarta – Nabie: 3.186,11 km dan Jarak Jakarta – Sorong: 2.773,23 km. Ukur jarak dari Jakarta dan Surabaya ke Sorong karena Sorong adalah kota di kepala burung pulau Papua. Sedangkan dari Surabaya dan Jakarta ke Nabire adalah karena Nabire merupakan tempat dia tinggal sejak September 2019.

Khotbah pastor Simbolon selengkapnya bisa anda tonton di bawah ini:

Pewarta: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaDiskriminasi Rasial Terhadap Orang Papua Tidak akan Pernah Berhenti
Artikel berikutnyaTranskrip Kotbah Malam Natal Pastor Managamtua Hery Berthus Simbolon SJ