25 Tahun Karier Jacksen F Tiago di Sepak Bola Indonesia

0
2319

JAYAPURA, GP/SUARAPAPUA.com— Sudah 25 tahun Jacksen F Tiago berkarier sepak bola di Indonesia, pemain jebolan Flamengo dan Botafogo Brasil itu tiba di Indonesia tepat 23 Desember 1994 dan sampai sekarang 23 Desember 2019 masih menukangi Boaz T Solossa dan kawan-kawan Bersama Persipura.

Ini kali kedua Jacksen Bersama Persipura sejak Juli 2019 nyaris tak berpindah dari zona merah degradasi LIga 1 Indonesia 2019. Big Man Jacksen mampu menyelamatkan Persipura dan finish pada posisi ketiga di bawah Persebaya dan Bali United.

23 Desember 2019 jelas bagi Jacksen F Tiago menjadi momen yang spesial karena tepat seperempat abad atau 25 tahun pelatih Persipura Jayapura itu tinggal dan berkarir di Indonesia.

“Hari ini saya senang sekali, Bigman. Ada berita bagus. Saya hari ini sudah dua puluh lima tahun berada di sini [Indonesia],” ujar Jacksen F Tiago seperti dikutip Bola.com, Senin 23 Desember 2019.

ads
Baca Juga:  Manajemen PSBS Biak Kontrak Pelatih Anyar Mantan Pemain Real Madrid

“Saya ingat kejadian spesial saya yang bersifat personal. Selain menjadi hari lahir dan juga kehadiran pertama kali saya ke Indonesia. Ini juga termasuk tanggal lahir dari saudara, serta wafatnya ibu saya,” katanya sebagaimana dilansir Bola Kaki.

Kehadiran pemain lulusan akademi Flamengo itu di Indonesia adalah suatu ‘kecelakaan’. Pada tahun 1994, Jacksen F Thiago terbang menuju Indonesia saat dibukanya pemain asing di turnamen profesional perdana gabungan Perserikatan dan eks Galatama.

“Saya pikir saya ditipu oleh Angel Lonita, agen yang sudah menandatangani banyak pemain asing di Indonesia kala itu. Dalam kepala saya, kompetisi Indonesia sama seperti Brasil, sebab lonita pandai sekali melakukan promosi. Dan hal itu kali pertama saya bermain sepakbola diluar Brasil. Saya sendiri sudah menandatangani kontrak, kemudian saya menjalani karir baik disini.”

Baca Juga:  Juara Grup F, Persipani Paniai Laju ke Babak 32 Besar

Petrokimia Putra

Petrokimia Putra merupakan tim pertama yang dibela oleh Jackson F Thiago. Ia kemudian berhasil membawa kesebelasan milik BUMN tersebut finis sebagai runner up selepas di laga final kalah melawan Persib Bandung.

“Ternyata dibalik ‘tipuan’ Lonita tersebut ada hikmah yang begitu besar untuk hidup dan karir saya. Saya dengan sabar berupaya untuk beradaptasi. Nyatanya Tuhan memang sudah menggariskan hidup saya berhasil di sini, mulai menjadi pemain sampai pelatih.”

Rumah Kedua

Pelatih kelahiran Brasil, 28 Mei 2968 itu menghabiskan nyaris setengah umurnya di Tanah Air. Jacksen adalah satu diantara ekspatriat yang masih bertahan di Indonesia, selain manager kepala Kalteng Putra, yakni Gomes de Oliveira.

Baca Juga:  Derby Papua Tengah Imbang, Siap Tutup Joker di Match Ketiga

Seperti rekan seprofesinya itu, Gomes de Oliveira juga mempunyai istri warga Indonesia. Jacksen Thiago membandun rumah tangga bersama Nadirah serta dikaruniai 2 putra, Diego dan Hugo.

“Sekarang, saya merasa Indonesia menjadi rumah kedua selepas di Brasil. Sementara Surabaya jadi kota kedua selepas Rio de Janeiro. Memang luar biasa rahasia Tuhan,” cetusnya.

“Sepakbola merupakan hidup saya. Oleh sebab itu saya dedikasikan untuk sepakbola serta keluarga saya. Olahraga sudah memberikan saya banyak sekali kenikmatan,” tandas mantan pemain dan pelatih Persebaya Surabaya itu.

Source: Goal Papua

SUMBERGoal Papua
Artikel sebelumnyaUltras BCN 1963 Temu Awal Tahun di Sentani Timur
Artikel berikutnyaRibuan Anak dari Sembilan Paroki Hadiri HUT Sekami ke-177 di Wamena