Diduga Kali Fulika Tercemar Limbah Perusahaan Air Minum

0
79

MANOKWARI, SUARAPAPUA.com— Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Manokwari menegaskan Perushaan Air Minum Akwafa  milik PT. Global Makmur Persada, agar segera membersihkan puing-puing pasca kebakaran yang sampai saat ini belum dibersihkan Lantaran bahan kimia diduga sisa sabun yang keluar di saluran drainase telah mencemari air  kali Fulika jalan baru.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Manokwari , Yonadab Sraun, mengatakan berdasakan hasil temuan di lapangan [busa yang menggumpal tidak pernah habis]  di jembatan Fulica Jalan baru  berasal dari bahan baku pembuat sabun, bahan pembersih kaca dan pembersih lantai yang masih berserakan sehingga tersapu air hujan hingga mengalir pada saluran sampai pada kali jembatan Fulica.

“Pada temuan kami bahwa bahan kimia yang terkandung dalam bahan pembuat sabun, pembersih kaca dan pembersih lantai diantaranya berupa : Isopropil alkohol, benzal konium chloride dan surfacktant serta Dye dan Fragrance. Semua bahan kimia tersebut merupakan bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia maupun hewan walaupun jumlah kandungannya hanya sekitar lima persen,” jelas Sraun kepada Suarapapua.com, Kamis, (9/1/2020).

Yohanes Ada Lebang, Kabid Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari mengatakan, telah berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk mengetahui pemilik saat ini, karena pasca kebaran sekitar setahun yang lalu lokasi ini milik  PT. Sinar Gunung Moile Manokwari masih belum dibersihkan dan berdasarkan informasi telah dilakukan penjualan kepada PT. Global Makmur Persada.

DLH Manokwari telah tindak lanjut dan melakukan  uji kualitas air pada Labaoratorium Puslit Universitas Papua (Unipa) Manokwari diduga Air kali tersebut jangan sampai ada pencemaran.

Gumpalan busa sabun berlabuh diatas saluran kali Fulika Jalan Baru berasal dari bekas Pabrik Air minum Akwafa milik PT. Global Makmur Persada, Kamis 9/1/2020. (SP-CR14)

DLH manokwari menggunakan Lab milik unipa lntaran Alat Uji lab Foto Spektro Meter milik Dinas lingkungan terbakar pasca kejadian 19 Agustus 2019.

Meski demikian, kata dia masyrakat tidak perlu kuatir DLH tetap berupaya memaksimalkan pelayanan yang optimal agar masyarakat tidak resahakan hal tersebut.

“Kami akan  memanggil pengusahaan atau pemilik yang baru agar lokasi tersebut segera dibersihkan.  Hal ini juga diharapkan kepada pemilik usaha yang menggunakan bahan kimia yang akan berdampak mencemari lingkungan hidup agar benar- benar memperhatikan sarana dan prasana maupun fasilitas pendukungnya,” katanya.

Pewarta : SP-CR14

Editor: Arnold Belau