Masyarakat Kampung Wandoga Mengungsi ke Lapangan Sepak Bola Yokatapa

0
146

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Masyarakat Kampung Wandoga saat ini dilaporkan sedang mengungsi ke lapangan sepak bola. Di lapangan sepak bola masyarakat akan menmpati gudang beras yang ada di pinggir lapangan dan kantor distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua.

Manfred Sondegau, Tokoh Masyarakat Kampung Wandoga kepada suarapapau.com dari lapangan sepak bola Sugapa mengungkapkan bahwa dirinya saat ini sedang sibuk untuk mengatur masyarakat dan mencari tempat agar masyarakat dari Kampung Wandoga bisa tempat dan tidur hingga kondisi kembali normal.

Baca Juga: Breaking News: TNI/Polri dan TPNPB Baku Tembak di Sugapa, Intan Jaya

Kata Sondegau, masyarkat mengungsi ke lapangan sepak bola atas permintaan aparat yang meminta agar masyarakat kosongkan Kampung Wandoga dan tinggal di Puskesmas untuk sementara waktu. Dengan tujuan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Namun, kata dia, pihaknya menolak untuk tinggal di Puskesmas karena dekat dengan aparat. Menolak karena terlalu dekat dengan aparat. Selain terlalu dekat dengan Kantor Koramil, juga karena aparat jaga ketat di Puskesmas Sugapa.

“Kami masyarakat Wandoga sekarang ada di lapangan sepak bola. Kami sedang cek dua tempat. Pertama gedung gudang dan kedua kantor Kepala Distrik. Kami akan tinggal di sini. Jadi saat ini saya sedang bersama masyarakat dan sedang atur masyarakat,” ungkpanya kepada kepada suarapapau.com, Minggu (26/1/2020).

Sondegau juga membenarkan adanya seorang anak usia delapan tahun yang tertembak peluru nyasar.

“Benar. Namanya JS. Sekarang sedang mendapat perawatan medis di Puskesmas,” katanya.

Baca Juga: Seorang Anak Berusia Delapan Tahun Tertembak Peluru Nyasar di Sugapa

Untuk laporan lain tentang korban, Sondegau mengaku belum mendapat laporan dan tidak begitu tahu secara detail.

“Untuk korban saya tidak mau tipu. Sampai saat ini saya tidak tahu. Tapi anak kecil itu memang ada di Puskesmas. Yang lainnya nanti kami lihat sendiri baru akan laporkan,” ujarnya.

Pewarta: Arnold Belau