Mahasiswa Moi Tolak Rencana DOB Malamoi

0
1899

KOTA SORONG, SUARAPAPUA.com — Solidaritas mahasiswa Moi di Manokwari, Papua Barat, menolak rencana pemekaran kabupaten Malamoi sebagai daerah otonomi baru (DOB) yang diwacanakan bersama provinsi Papua Barat Daya.

Gery Kalasuat, ketua ikatan mahasiswa Moi di kota studi Manokwari, membeberkan alasan penolakan DOB itu lebih pada kesiapan sumberdaya manusia (SDM) Malamoi dan dampak buruk lain di kemudian hari.

Menurutnya, SDM Moi belum siap untuk menerima kabupaten baru. Sementara, sejumlah jabatan penting di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong yang ada sekarang, kata dia, tak banyak diisi putra asli Moi.

Baca Juga:  POHR Desak TNI Ungkap Proses Hukum Kasus Penganiayaan Moses Yewen

“Itu kenyataan, yang duduk memangku di bagian-bagian terpenting justru orang lain. Terus, mau mekarkan kabupaten Malamoi untuk siapa? SDM suku Moi belum siap untuk menghadirkan DOB,” ujarnya kepada suarapapua.com, Sabtu (15/2/2020) lalu.

Ia menyatakan, generasi muda Moi tak mau lagi mengalami hal sama ketika Kota dan Kabupaten Sorong meminggirkan putra daerah.

ads

“Kita belajar dari Kota dan Kabupaten Sorong. Apakah kita yang lebih banyak berada dalam bagian-bagian terpenting pemerintahan? Nyatanya kita lebih banyak sebagai penonton setia. Orang luar yang kuasai. Minta kabupaten Malamoi itu nanti kita anak asli harus duduk nonton lagi,” tuturnya.

Baca Juga:  Kata Para Tokoh dan Aktivis Terkait Gerakan “All Eyes on Papua”

Hal lain yang tak mau dialami orang asli, kata dia, ketika adanya pemekaran daerah, jelas akan berdampak terhadap perluasan wilayah adat. Hutan yang tersisa akan musnah oleh pembangunan.

“Pemekaran pasti membutuhkan lahan yang luas. Hutan-hutan tersisa yang kita miliki akan dibabat habis atas nama pembangunan. Kita pasti kehilangan sumber daya alam dari hutan sampai laut. Karena itu, semua harus tolak pemekaran Malamoi,” ujar Gery.

Baca Juga:  Polemik Cagub dan Cawagub, MRP Komitmen Terapkan Garis Keturunan Patrilineal

Felix Daan, ketua asrama mahasiswa Moi di Manokwari, mengatakan, pemerintah Kota dan Kabupaten Sorong harus menyiapkan SDM suku Moi agar kelak mampu bersaing dengan orang lain di negerinya sendiri.

“Pemerintah daerah mesti lebih fokus memperhatikan anak-anak asli Moi, sehingga ketika sudah selesai dari kuliah, mereka bisa merebut ruang-ruang yang selama ini tidak diberikan kepada orang asli,” ujarnya.

Pewarta: Maria Baru
Editor: Markus You

Artikel sebelumnyaAtasi Curanmor, Polisi Lakukan Razia Rutin di Wamena
Artikel berikutnyaSeleksi PPD di Yahukimo, Hason: KPU Harus Jujur dan Adil