Nunias Selegani Launching Buku Keempat

0
1556

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Nunias Selegani, seorang anak muda Intan Jaya telah melaunching bukunya berjudul ‘Luka yang Tertular’ pada Kamis (20/2/2020) di Asrama Mahasiswa Intan Jaya, Kota Jayapura.

Nunias juga telah menulis beberapa buku, diantaranya: Kekuatan Menunggu, Dear Prizkilla, Kuliah atau Pacaran, dan buku Luka yang Tertular adalah bukunya yang keempat.

Nunias mengungkapkan, ia tergerak hati untuk menulis buku tersebut setelah melakukan diskusi dengan beberapa anak-anak muda Papua dari Intan Jaya dan Nduga di Nabire.

Selegani mengatakan, ia mulai menulis buku tersebut karena melihat kurangnya kepekaan terhadap kondisi masyarakat Intan Jaya dan Ndugama.

“Waktu ketemu anak-anak teman-teman, jarang ada yang tanya dan diskusikan tentang kondisi masyarakat di Nduga dan Intan Jaya. Ini yang membuat saya tergerak untuk menulis buku ini,” jelasnya.

ads
Baca Juga:  Blok Wabu Diincar, Ini Pernyataan Kepala Daerah di Provinsi Papua Tengah

Tujuan utama buku yang ia tulis tersebut, kata Nunias, adalah untuk membangkitkan rasa kepedulian dan solidaritas antara anak-anak muda Papua dan orang Papua di Tanah Papua.

“Saya ingin lewat buku ini memberikan pesan kepada pembaca agar dapat bersolidaritas dengan masyarakat Nduga dan Intan Jaya yang saat ini sedang tidak aman kehidupannya karena kehadiran aparat maupun gerilyawan,” ungkapnya.

Nunias menerangkan, sebenarnya anak-anak muda Papua memiliki bakat dan talenta luar biasa untuk dikembangkan, jadi mereka harus banyak menulis sesuatu yang dilihat maupun dirasakan.

“Saya mau sampaikan kepada publik atau pembaca bahwa buku ini salah satu buku yang ringan, dan wajib dimiliki oleh orang Papua,” harapnya.

Baca Juga:  ULMWP: Selamat Jalan Tuan Lukas Enembe, Pemimpin dan Tokoh Peradaban Papua

Ia membeberkan, buku itu ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan dicerna pembaca, sehingga pesannya mudah dipahami dengan hati.

“Dengan bahasa yang mudah dipahami, saya berharap pembaca menemukan isi pokok dari buku tersebut dengan mudah juga,” ujarnya.

Tak lupa juga ia mengucapkan terima kasih kepada sponsor utamanya Samuel Tabuni, Alion Belau dan Martinus Tipagau yang mana telah mengorbankan biaya dalam proses percetakan hingga penerbitan.

Sementara itu, Richo Kobogau, seorang mahasiswa di Uncen Jayapura mengapresiasi buku karya Nunias yang telah dilaunching tersebut.

“Secara pribadi saya mengapresiasi karyanya, sehingga dengan adanya buku tersebut, kepedulian kita orang Papua tidak dipandang dari satu kaca mata saja, tetapi secara keseluruhan. Artinya, antara pengungsi korban operasi militer itu dan korban longsor itu sama, tidak ada bedanya,” kata Richo.

Baca Juga:  Meski Dibubarkan, Struktur Kerja ULMWP Resmi Dikukuhkan dari Tempat Lain

Kobogau juga menambahkan, korban operasi militer itu jangan dilihat dari kaca mata politik, sehingga dibeda-bedakan. Ia berharap agar semua orang melihat dan memahami kasus Nduga dari sisi kemanusiaan.

Buku berjudul “Luka yang Tertular” diterbitkan oleh salah satu penerbit di Jakarta pada 14 Februari 2020 dan telah dilaunching. Peserta yang hadir saat launching buku tersebut adalah dua ratus lebih orang.

Pewarta: Yance Agapa
Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaMerasa Dikorbankan, Peserta Seleksi PPD Datangi Kantor KPUD Yahukimo
Artikel berikutnyaSuku Moi Tetap Tolak Perusahaan Sawit Masuk di Lembah Klaso