Seleksi Jabatan Eselon di Paniai Dituding Hanya Pencitraan dan Cari Popularitas

0
1251

PANIAI, SUARAPAPUA.com— Penempatan jabatan Esalon III dan IV di Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kesehatan dan Pendidikan, yang diseleksi melalui tes terbuka oleh pemerintah kabupaten Paniai beberapa pekan lalu, dinilai hanya pencitraan dan cari popularitas.

Hal ini diungkap beberapa pegawai aparatur sipil negeri (ASN) setempat yang dinyatakan tidak lolos, lantaran kecewa dengan penempatan jabatan tidak sesuai hasil dari syarat seleksi yang dikeluarkan Pemda sebelum tes digelar.

“Saya bersama teman-teman PNS yang tidak tembus, sangat kecewa dengan seleksi jabatan yang Pemda buat. Kecewa bukan karena tidak tembus tapi karena hasil seleksi tidak sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan pemerintah,” kata Jim Robertzoin Tebay, salah satu PNS tidak tembus seleksi, kepada suarapapua.com, Selasa (19/2/2020), di Madi, Paniai.

Dia menyebut, ada dua syarat tidak sesuai hasil atau yang dianggap telah dilanggar sendiri oleh pemerintah, yakni PNS yang bekerja di lingkungan Pemkab Paniai dan yang memiliki KTP asli Paniai.

Baca Juga:  LME Digugat Ke Pengadilan Tinggi Inggris Karena Memperdagangkan 'Logam Kotor' Dari Grasberg

“Syaratnya itu jelas bahwa PNS yang kerja di lingkungan Pemkab Paniai dan yang punya KTP asli Paniai, yang akan diterima. Di luar dari itu tidak. Tapi faktanya tidak. Malah kebanyakan PNS yang lolos tes dari luar Paniai. Ini aneh, kok bisa hasilnya kayak begitu. Tidak sesuai dengan syarat tes,” ujarnya.

ads

Namun, katanya, tidak heran karena kebanyakan yang lolos tersebut, notabene merupakan keluarga dan punya hubungan relasi baik dengan Bupati.

“Jadi yang murni, kalau dilihat dari nama-nama yang ada, tidak ada sama sekali,” tukasnya.

Ia menambahkan, anehnya lagi di bidang sumber daya air dinas PU yang di tes dia bersama lima rekannya, satu pun tak ada yang lolos.

“Yang lolos, malah yang tidak ikut tes. Ini bukan aneh lagi tapi benar-benar gila,” ujarnya sambil menunjukkan data nama dia dan kelima rekannya.

Baca Juga:  Cegah Pendangkalan Hebat di Danau Paniai, GPPMMA Bersihkan Sampah

Ia menuding, Pemkab gelar tes hanya sekedar pencitraan dan semata hendak mencari popularitas dengan tujuan dan maksud tertentu.

“Padahal kami awalnya senang dan salut bisa Pemkab bikin seleksi. Karena merupakan terobosan baru. Tapi dari hasil seleksi yang terjadi, rupanya tesnya hanya omong kosong dan formalitas toh. Kayaknya mau cari nama baik saja, padahal dalamnya terselubung kepentingan,” tekannya.

Ia mengaku, jika tahu hal demikian dari awal tidak mungkin ikut tes.

“Ya, karena bikin kuras tenaga, waktu dan pikiran saja,” ujarnya.

Terpisah, Derek Yeimo, salah satu PNS yang dinyatakan tidak lolos juga, kepada suarapapua.com mengatakan para PNS yang tembus bukan murni dari hasil seleksi melainkan ditunjuk langsung atas dasar kepentingan pribadi Bupati.

“Saya dari awal sudah duga hasil tes muaranya akan ke kepentingan. Rupanya benar. Ini karena, pertama nilai hasil seleksi kami tidak pernah diumumkan (dikeluarkan). Kedua, makalah yang kami buat waktu tes tidak ditanya sama tim seleksi. Kalau begini jelas mereka yang lolos bukan murni dari hasil tes tapi ditunjuk langsung Bupati Paniai,” tegas Yeimo.

Baca Juga:  Perda MHA Diabaikan, Pemkab Sorong Dinilai Mengkhianati Suku Moi

Namun sebelumnya seperti dimuat media ini, terkait hasil tes seleksi, Bupati kabupaten Paniai, Meki Nawipa, mengklaim penempatan jabatan yang dilakukannya murni. Tidak ada unsur intervensi dari dirinya, apalagi dari pihak luar.

“Seleksi dilakukan ketat. Diuji oleh orang-orang teruji, punya pengalaman sarat dan jam terbang kerja tinggi. Jadi disini untuk penempatan jabatan, murni. Tidak ada intervensi dari saya, apalagi dari luar,” tegasnya pada Sabtu (15/2/2020) lalu, saat melantik Eselon III dan IV di ruang aula kantor Bupati Paniai, Madi.

Pewarta: Stevanus Yogi

Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaMasyarakat Biak di Sorong Raya Miliki Mambri Beba
Artikel berikutnyaMerasa Dikorbankan, Peserta Seleksi PPD Datangi Kantor KPUD Yahukimo