Pedagang di Pasar Boswesen Minta Kepastian Pemkot Sorong

0
1536

KOTA SORONG, SUARAPAPUA.com — Mama-mama Papua yang saban hari berjualan di pasar Boswesen, Kota Sorong, provinsi Papua Barat, meminta perhatian pemerintah daerah untuk mendata semua pedagang sebelum dipindahkan ke pasar modern ‘Rufei’ yang sedang dibangun di distrik Sorong Barat.

Pendataan perlu dilakukan untuk memastikan jumlah pedagang tetap maupun pedagang musiman agar setelah pindah lokasi berdagang pun pasar terlihat aktivitasnya.

Siska Bless, salah satu pedagang di Pasar Boswesen, mengatakan, ia bersama mama-mama lain siap pindah ke Pasar Rufei sesuai kebijakan Pemerintah Kota Sorong.

“Pasti kitong siap pindah, yang penting Pemkot dan jajarannya harus mendata dulu berapa jumlah pedagang tetap, berapa jumlah pedagang musiman,” katanya saat diwawancarai suarapapua.com, Jumat (21/2/2020) pekan lalu.

Baca Juga:  Dinas Sosial Lanny Jaya Salurkan Sejumlah Bantuan Pemprov ke Masyarakat

Dengan pendataan tersebut, ia yakin akan jelas bagi pemerintah daerah dalam penanganan selanjutnya di pasar modern ‘Rufei’.

ads

“Biasanya pedagang musiman itu ada pada saat musim buah-buahan. Setelah itu mereka tra jual lagi, jadinya banyak meja yang kosong,” ucapnya sembari menambahkan, hal tersebut akan merugikan pemerintah maupun pedagang tetap.

Selain pemetaan, Mama Siska juga berharap adanya kepastian dari Pemkot Sorong soal transportasi dan keamanan.

“Di sekitar pasar modern itu wilayah rawan. Pemerintah harus perhatikan soal keamanan. Dan trada transportasi umum yang sampai ke sana. Ya, harus siapkan transportasi,” kata Siska sembari mengatur jualannya.

Baca Juga:  Dewan Adat Segun: Tanah Jangan Dijadikan Lahan Bisnis!

Mama Naomi Solossa yang sejak lama berjualan di pasar Boswesen, mengatakan, gedung pasar modern tak cukup untuk memuat seluruh penjual dari pasar Remu dan Boswesen. Karena itu, menurutnya, harus ada solusi terbaik dari pemerintah menyikapi banyaknya pedagang.

“Penjual dari dua pasar ini kalo semua pindah, di sana sudah penuh. Jadi, kami tetap bertahan di sini. Jumlahnya banyak sekali,” ucapnya.

Mama Naomi usulkan satu solusinya adalah menyediakan pasar Mama-mama Papua.

Baca Juga:  Pedagang Orang Asli Papua di Manokwari Harus Diperhatikan!

“Pemerintah perlu bangun pasar khusus mama-mama Papua. Itu karena selama ini sudah jelas mana mama-mama Papua dan mana yang amber,” kata Solossa.

Sementara, Lambertus Jitmau, Wali Kota Sorong, memastikan gedung pasar modern yang dibangun sejak beberapa waktu lalu itu sudah mencapai 99%.

“Mau 99% sudah rampung, tinggal finishing dan peresmian. Fasilitas di dalam pasar sudah lengkap. Lampu sudah ada. Air sudah ada. Semua fasilitas sudah lengkap,” kata Jitmau, sebagaimana terekam dalam sebuah video yang sempat viral di sosial media.

Pewarta: Maria Baru
Editor: Markus You

Artikel sebelumnyaGKI Pniel Elelim Lanjutkan Misi Allah
Artikel berikutnyaBantah Semua Dakwaan, Tuntut Bebaskan Tujuh Tapol Papua