Aprila Wayar Launching Novel Keempat

0
1650

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Novel “Tambo Bunga Pala” karya Aprila Wayar, novelis asal Papua, dilaunching Jumat (21/2/2020) malam di pendopo Yayasan LKiS, Sorowajan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.

Dikutip dari press release yang dikirim ke redaksi suarapapua.com, karya keempat Aprila Wayar ini sesuai judul novel mengangkat sejarah kota Fakfak sebagai tempat peradaban Papua dengan segala aspek kehidupan yang selama ini terkesan dibenamkan dari pandangan publik.

“Ini novel keempat saya dengan setting tempat yaitu kota Fakfak yang kadang dilupakan bahkan kota ini sepi dari pemberitaan media. Kota ini juga nyaris tidak terdengar konflik,” kata Aprila.

Fakfak menurutnya salah satu kota di Tanah Papua Papua yang bisa dianggap sebagai salah satu tempat peradaban Papua dimulai.

“Fakfak adalah kota yang unik dari sisi bentuk kota. Keunikan bentuk kota ini, saya tulis dalam satu bab khusus dengan judul “Kota Bertingkat”. Bisa dibaca di novel terbaru saya ini,” ucapnya.

ads
Baca Juga:  OAP di PBD Sangat Minoritas, MRP PBD Bakal Terbitkan Regulasi

Mantan jurnalis Jubi yang juga pernah tampil di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) tahun 2012 dan ASEAN Literary Festival 2014 di Taman Ismail Marzuki Jakarta ini menyebut novel karyanya bagian dari upaya mendokumentasikan sejarah masyarakat Papua.

Meski ia sempat kesulitan dalam mendapat data apapun tentang Fakfak, novel ini diharapkan memotivasi generasi muda Papua dan khususnya generasi muda Fakfak untuk menulis sendiri sejarahnya.

“Ada banyak sejarah ‘hidup’ saat ini yang bila terlambat dituliskan, pemilik sejarah ini akan mati membawa sejarah itu,” kata Aprila.

Ia mengaku novel ini ditulis selama kurang lebih empat bulan hingga terbit pada pekan pertama Januari 2020. Penerbit APRO Publisher bekerja sama Aliansi Demokrasi Untuk Papua (AlDP). Diterbitkan secara independen dengan disponsori AlDP.

Sebelumnya, alumna Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta itu telah menerbitkan tiga novel: Mawar Hitam Tanpa Akar (2009), Dua Perempuan (2013), dan Sentuh Papua (2018).

Baca Juga:  Pemakaman Almarhum Lukas Enembe Ditunda Jumat Besok

Mengawali acara launching dan diskusi novel ini, Syam Terrajana, editor jubi.co.id mengajak hadirin menyanyi bersama lagu “Pusara Tak Bernama” milik Black Brothers, grup band asal Papua yang pada 1980-an tersohor seantero Indonesia hingga kawasan Pasifik.

“Di hari yang berbahagia ini, kita juga mendengar kabar duka. Andy Ayamiseba, salah satu pemimpin Papua meninggal dunia pagi tadi,” kata Syam.

Saat launching, Bambang Muryanto dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyampaikan apresiasinya atas novel karya Aprila Wayar. Menurutnya, ini sebuah karya sastra luar biasa yang patut didukung semua pihak dalam rangka membangkitkan budaya literasi publik.

Aprila Wayar menurut Bambang, tercatat sebagai anggota AJI Yogyakarta. Ia kini koordinator divisi Gender dan Kelompok Minoritas.

Baca Juga:  Lukas Enembe Berpulang

“AJI sebagai sebuah organisasi profesi, mendorong anggotanya untuk memproduksi tulisan yang dapat memperkaya, meningkatkan literasi publik. Di sini, novel yang baru diluncurkan ini atas dukungan kami,” jelas jurnalis The Jakarta Post di Yogyakarta ini.

Herman Degei, mahasiswa Ilmu Komunikasi di STPMD ‘APMD’ Yogyakarta, menyambut baik launching novel ini. Baginya, ini istimewa karena penulisnya adalah anggota Fawawi Club, komunitas sastra yang fokus dalam melakukan diskusi-diskusi sastra setiap bulan.

Anak muda asal Putapa-Mapiha yang kerap menghiasi tulisannya di beberapa media itu berharap, karya Aprila Wayar dapat diterima semua kalangan.

Degei juga menyampaikan rasa senangnya karena beberapa anak muda Papua turut hadiri acara launching novel ini.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh AJI Yogyakarta dan Fawawi Club tersebut dihadiri 16 orang yang terdiri dari pecinta, pegiat sastra, dan jurnalis di Kota Gudeg.

Pewarta: Markus You

Artikel sebelumnyaWabup Jayawijaya Warning Kakam Tak Boleh Curi Dana Desa
Artikel berikutnyaGSG Uwatawogi Yogi Jadi Markas TNI