Pernyataan Bupati Dogiyai Menyikapi Kasus Lakalantas dan Pengeroyokan Sopir di Ekimani

Siaran Pers Pemerintah Kabupaten Dogiyai Mengenai Kecelakaan Lalu Lintas dan Pengeroyokan Terhadap Sopir Truk di Kampung Ekimani, Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai, Papua, Minggu, 23 Februari 2020

0
2256

Pada hari Minggu, 23 Februari 2020, telah terjadi kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) dan pengeroyokan di Jalan Raya Trans Papua, di Kampung Ekimani, Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai. Akibat kecelakaan dan pengeroyokan ini menyebabkan seorang pengendara motor atas nama Demianus Mote (37 tahun), warga Kabupaten Dogiyai, dan sopir truk atas nama Yus Yunus (27 tahun) asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, meninggal dunia.

Kejadian ini telah menjadi viral dan mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan.

Berkaitan dengan itu dan dalam rangka untuk menyelesaikan masalah ini secara baik, jujur dan adil, saya selaku Bupati Dogiyai menyampaikan beberapa pernyataan sebagai berikut.

1). Pemerintah Kabupaten Dogiyai atas nama para Pelaku penyeroyokan dan pembunuhan serta seluruh masyarakat Kabupaten Dogiyai menyampaikan turut berdukacita dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak korban almarhum Yus Yunus dan keluarganya serta kepada seluruh warga Polewali Mandar dan warga Sulawesi yang berada di Polewali Mandar, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Nabire, dan di manapun berada. Kami berdoa semoga arwahnya diterima oleh Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, dan keluarga yang ditinggalkannya diberi penghiburan dan kekuatan untuk menjalani hidup ini. Dan kami berharap semoga permohonan maaf kami dari lubuk hati yang terdalam ini dapat diterima.

Baca Juga:  PTFI Bina Pengusaha Muda Papua Melalui Papuan Bridge Program

2). Pemerintah Kabupaten Dogiyai juga menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya almarhum Demianus Mote. Semoga arwahnya diterima oleh Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, dan keluarga yang ditinggalkannya diberi penghiburan dan kekuatan untuk menjalani hidup ini.

ads

3). Perlu diklarifikasi dan dipertegas mengenai satu hal yang simpang siur dan tidak benar, bahwa pengeroyokan dan pembunuhan terhadap sopir Yus Yunus bukan sebagai upaya balas dendam atas kematian babi, karena para pelaku yang melakukan penganiayaan dan pembunuhan terhadap Yus Yunus tidak mempersoalkan babi. Tetapi hal ini karena tersulut emosi melihat kematian Demianus Mote yang dicurigai ditabrak oleh truk. Sehingga diharapkan untuk tidak mengembangkan dan menyebarluarkan isu seolah-olah nyawa babi dibalas dengan nyawa manusia. Sekali lagi saya pertegas bahwa ini tidak benar!

Baca Juga:  Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Lakukan Sidak ke Sejumlah SPBU Sorong

4). Beberapa pihak mempunyai pemahaman dan kronologis yang berbeda-beda mengenai masalah ini, dan perbedaan itu menyebabkan tanggapan yang berbeda-beda pula. Untuk itu, agar masalah tidak menjadi simpang siur dan agar menjadi terang-benderang sesuai dengan kejadian yang sesungguhnya, maka kami mempercayakan pihak berwajib (Kepolisian) untuk melakukan penyelidikan terhadap masalah ini. Dan, diharapkan hasil penyelidikan secara baik dan benar itulah yang perlu dipercayai.

5). Pemerintah Kabupaten Dogiyai tidak mengharapkan masalah ini membesar, meluas dan menyimpang dari kejadian yang sebenarnya. Perlu dipahami bersama bahwa masalah ini tidak ada kaitan dengan kepentingan politik, rasisme, agama, suku, kepulauan, dan lainnya. Dan juga ini bukan masalah antara orang Dogiyai dengan orang Polewali Mandar atau masalah antara orang Papua dan orang non-Papua. Masalah ini murni kecelakaan lalu lintas dan kriminal. Karena itu, dimohon untuk tidak mengaitkan masalah kecelakaan lalu lintas dan kriminal ini dengan masalah politik, rasisme, agama, suku, kepulauan, dan lainnya.

Baca Juga:  Seruan dan Himbauan ULMWP, Markus Haluk: Tidak Benar!

6). Pemerintah Kabupaten Dogiyai memohon kepada semua pihak, terutama pihak korban dan pelaku untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balas dendam atas permasalahan ini. Semua pihak harus menyerahkan penyelesaian masalah ini melalui proses hukum.

7). Pemerintah Kabupaten Dogiyai mendukung seluruh proses penyelidikan terhadap masalah ini, yang sedang dilakukan oleh pihak berwajib (Polsek Kamu, Polres Nabire dan Polda Papua). Diharapkan kepada semua pihak juga untuk mendukung proses hukum ini.

Demikian pernyataan yang dapat kami sampaikan dengan maksud agar masalah ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya, dan seadil-adilnya.

Terima kasih.

Kigamani, 28 Februari 2020

Bupati Dogiyai,

Yakobus Dumupa, S.Ip

Artikel sebelumnyaWarga Lima Kampung Ancam Tutup Perusahaan Kayu di Sarmi
Artikel berikutnyaSeorang Ibu Tewas dalam Baku Tembak Antara TNI/Polri dan TPNPB di Nduga